HeadlineNasional

Apakah Kenaikan Popularitas dan Elektabilitas Partai Golkar Bakal Berlanjut? 

232
×

Apakah Kenaikan Popularitas dan Elektabilitas Partai Golkar Bakal Berlanjut? 

Share this article
Bendera Partai Golkar
Bendera Partai Golkar

G24NEWS.TV, JAKARTA – Hasil jajak pendapat Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Partai Golkar meningkat menjadi 9 persen, menunjukkan partai ini mulai memanaskan mesin partainya dan kinerja Ketua Umum Airlangga Hartarto yang mulai menunjukkan hasil. 

Dalam jajak pendapat Kompas yang dipublikasikan 21 Februari 2023 lalu, elektabilitas Partai Golkar mencapai 9 persen, bertambah 1,1 persen dibandingkan survei yang sama Oktober 2022. Kala itu, elektabilitas Golkar berada di angka 7,9 persen.

Partai Golkar juga masuk menjadi tiga besar partai dengan elektabilitas paling tinggi, bersama dengan PDIP dan Partai Gerindra. Partai Golkar menggeser posisi Partai Demokrat yang biasanya langganan menjadi posisi ketiga dalam jajak pendapat Kompas. 

Meski tetap menjadi nomor dua, Partai Gerindra justru mencatatkan penurunan elektabilitas 1,9 persen, menjadi 14,3 persen. Penurunan paling parah dialami oleh Partai Demokrat yang menyisakan elektabilitasnya pada angka 8,7 persen, atau turun 5,3 persen dibanding survei sebelumnya. 

Sedangkan untuk popularitas Partai Golkar adalah juaranya mencapai 86,3 persen. Kemudian disusul PDIP dengan raihan popularitas 86,2 persen.

Partai Demokrat berada di peringkat ketiga dengan tingkat popularitas sebesar 84 persen. Peringkat keempat popularitas parpol diduduki oleh Partai Gerindra yang memperoleh angka 79 persen.

Pergerakan Kader Partai Golkar 

ini deretan ketua umum partai golkar dari tentara ke tangan pengusaha xow
ini-deretan-ketua-umum-partai-golkar-dari-tentara-ke-tangan-pengusaha-xow

“Pergerakan-pergerakan kader yang mau jadi calon legislatif atau kepala daerah sudah mulai ada. Itu yang saya pikir menjadi faktor mengapa elektabilitas Partai Golkar merangkak,” ujar Ujang Komarudin, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, pada G24NEWS.

Menurut dia, kader dan fungsionaris Partai Golkar sangat bisa diandalkan untuk menghadapi pertarungan politik seperti Pemilu legislatif. Kekuatan elektoral partai berlambang pohon beringin ini berasal dari caleg-caleg yang bertarung di lapangan. 

‘Naiknya elektabilitas, termasuk suara Golkar yang tidak pernah turun signifikan itu karena pergerakan dari caleg yang semua petarung dan siap dengan sistem terbuka,” ujar dia.

Menurut dia trend ini akan berlanjut hingga pelaksanaan Pemilu 2024 atau satu tahun mendatang. Apalagi hal ini juga menyangkut kepentingan para anggota legislatif agar bisa terpilih. 

Hal lain yang akan membuat suara Golkar lebih melesat adalah kondisi partai lain. Misalnya ada kejadian, Harun Masiku ditangkap atau kasus yang lain.  “Untuk posisi kedua Partai Golkar sepertinya aman,” ujar dia. 

Baca Juga  Nusron Wahid: Banyak Tokoh Daerah Berbalik Dukung Prabowo-Gibran

Faktor lain yang membuat elektabilitas Partai Golkar naik adalah sosok ketua umum Airlangga Hartarto yang terus mendulang prestasi dalam menjaga kondisi ekonomi Indonesia. 

“Sampai hari ini terus menjaga kondisi ekonomi Indonesia. Selalu aktif menyuarakan soal  pengembangan UMKM, revitalisasi sekolah vokasiProgram Kartu Prakerja atau kembangkitan ekonomi lain, itu tentu berdampak positif,” ujar dia. 

Menurut Ujang kontribusi Airlangga Hartarto mengerek popularitas Partai Golkar bisa berefek positif pada dirinya sendiri. Airlangga kata dia hanya perlu mencari pendekatan yang tepat dengan masyarakat. 

Partai Golkar Diisi Banyak Petarung Elektoral 

Yusak Farchan, pengamat politik Citra Institute mengatakan ada sejumlah variabel yang membuat popularitas dan elektabilitas Partai Golkar naik. Pertama kata dia adalah apresiasi positif terhadap kinerja perekonomian yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. 

“Capaian-capaian positif terhadap kinerja sektor ekonomi terutama dalam menghadapi dan menyelesaikan pandemi covid-19, tentu tidak bisa dilepaskan dari kinerja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar,” ujar dia. 

Tren positif atas kinerja sektor ekonomi ini, menurut Yusak berdampak positif pada popularitas dan elektabilitas Partai Golkar sebagai partai pendukung pemerintah.

Golkar juga melakukan langkah tepat dengan merekrut tokoh-tokoh populer dan inovatif seperti Ridwan Kamil, Soekarwo hingga tokoh muda Rian Ernest. Kedatangan mereka ke Partai Golkar membawa efek elektoral positif. 

Ridwan Kamil dan RIan Ernest
Ridwan Kamil dan RIan Ernest

Di sisi lain, tahapan Pemilu 2024 yang sudah mulai masuk ke pencalonan atau rekrutmen internal calon anggota legislatif (caleg) menjadikan mesin politik Partai Golkar mulai panas. Selama ini, Golkar banyak diisi oleh caleg-caleg petarung yang membuat suara Golkar cenderung stabil. 

Pasca tahapan pencalonan, atau tepatnya pada periode kampanye hingga pemungutan suara, elektabilitas Partai Golkar berpotensi naik kembali karena kerja-kerja politik para caleg dan infrastruktur kepartaian yang semakin terkonsolidasi dengan baik.  

Golkar juga piawai mengelola isu-isu politik. Salah satunya adalah wacana perubahan sistem pemilu dari proporsional terbuka ke proporsional tertutup, ujar Yusak. 

Partai ini menurut Yusak bisa memahami harapan  publik dan mayoritas parpol yang tetap menghendaki sistem proporsional terbuka pada pemilu 2024. 

Baca Juga  Edison Betaubun: RUU Daerah Kepulauan akan Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

“Kecepatan Golkar dalam menginisiasi konsolidasi partai-partai politik untuk menolak sistem tertutup juga turut mempengaruhi popularitas dan elektabilitas Partai Golkar,” ujar dia. 

Wakil Ketua Umum Golkar Nurul Arifin mengatakan peran Airlangga Hartarto menjaga dan meningkatkan kinerja ekonomi pemerintah mulai dirasakan masyarakat sehingga punya efek positif pada Partai Golkar.

Paling populer dalam pemberitaan 

Partai Golkar dan Nasdem mendominasi pemberitaan media massa di Indonesia dalam sebulan terakhir, terutama dalam pemberitaan peluang-peluang koalisi baru menghadapi Pilpres 2024 mendatang.

Data Research G24NEWS dalam analisis medianya menyebut ada 11.116 penyebutan Partai Golkar dalam pemberitaan pada Januari 2023 lalu. Sedangkan Partai Nasdem lebih tinggi lagi, sebanyak 13.860 penyebutan dalam pemberitaan selama periode tersebut. 

Pemberitaan yang menyebut Golkar adalah tentang seputar calon presiden dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Golkar menerima kunjungan berbagai partai politik, seperti Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan mengadakan pertemuan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan calon dari KIB masih memungkinkan dibahas dengan partai politik (parpol) lain. Sejauh ini KIB memang belum menentukan calon presiden dan wakil presiden yang akan diajukan. 

“Kami sepakat pasangan capres-cawapres dibicarakan bertiga, antara pimpinan partai Golkar, PAN, dan PPP, dan mungkin bisa dengan partai politik yang lain setelah adanya komunikasi yang terjadi belakangan ini,” kata dia. 

Doli menegaskan Golkar masih tetap bersikap jika capres yang diusung partai adalah Airlangga Hartarto. Walaupun demikian, Golkar tetap memutuskan pasangan capres dan cawapres bersama KIB yang masih utuh sampai saat ini.

Menurut dia, dalam dua tahun terakhir Airlangga Hartarto sering melakukan komunikasi, mengunjungi dan dikunjungi oleh pimpinan partai politik.

Kantor DPP Golkar juga sangat terbuka menerima siapa saja pimpinan partai politik yang ingin bersilaturahmi dan membangun komunikasi, jelasnya.

“Jadi siapa saja yang ingin datang, ingin berkunjung, berdialog, kemudian membicarakan bagaimana terus membangun Indonesia di masa depan. Dengan sangat terbuka kami terima,” katanya menegaskan.

 

   

 

banner 325x300