Headline

Golkar Apresiasi Perbaikan Pelayanan Ibadah Haji 2024

21
×

Golkar Apresiasi Perbaikan Pelayanan Ibadah Haji 2024

Share this article
Ace hasan syadzili

G24NEWS.TV, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily, yang juga Ketua Umum Partai Golkar Jawa Barat, menyatakan bahwa layanan Ibadah Haji 2024/1445 H ada perbaikan dari sebelumnya, mulai dari proses keberangkatan hingga menu jemaah haji di Arab Saudi.

Menurut dia perbaikan pelayanan haji yang dilakukan oleh Kementerian Agama dilakukan dengan berkordinasi dengan DPR.  

Salah satu perbaikan itu yakni layanan fast track di bandara yang sangat memudahkan para jamaah saat memasuki Arab Saudi. 

Tanpa fast track kata Ace, jamaah haji harus menunggu hingga 4-5 jam untuk proses imigrasi. 

Dengan fast track, jamaah langsung bisa menuju bus masing-masing begitu sampai di bandara. 

“Kami apresiasi apa yang dilakukan oleh kementerian agama dengan menggunakan layanan fast track bandara ini,” ujar dia seperti dikutip berbagai media. 

Ace juga mengapresiasi diplomasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terus membangun bekerja sama dengan Raja Salman, termasuk penambahan kuota haji. 

Menurutnya, ada hal penting yang perlu diketahui bersama, bahwa penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1445 H/2024 M ini berbeda dengan penyelenggaraan ibadah haji tahun sebelumnya, baik dari segi jumlah jemaah, kondisi di Arab Saudi, dan beberapa perubahan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji.

“Untuk kami ingin memastikan, pertama, terkait tercapainya kualitas pelayanan, pembinaan, dan perlindungan terhadap jemaah haji yang optimal sejak sebelum, pada saat, dan setelah pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji,” kata Kang Ace.

“Kedua, mengintensifkan bimbingan manasik haji dan bimbingan penggunaan fasilitas di asrama haji, di pesawat, dan fasilitas di Arab Saudi. Serta ketiga, mengurangi jumlah lama masa tinggal Jemaah haji di Arab Saudi menjadi 41 (empat puluh satu) hari,” tambahnya.

Baca Juga  Ace Hasan Dukung Langkah Kemenag Screening Kesehatan Jemaah Haji

Selanjutnya, kata Kang Ace, pelayanan katering di Madinah sebanyak 27 kali dan di Mekkah sebanyak 84 kali (termasuk pada hari menjelang dan setelah Armuzna) juga telah menjadi catatannya.

“Kelima, menu katering untuk Jemaah haji harus bercita rasa Nusantara dan dioptimalkan secara sungguh-sungguh berbahan baku serta juru masaknya berasal dari Indonesia,” sambungnya.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu, menjelaskan, dari sisi jumlah, jemaah haji Indonesia tahun 1445 H/2024 M adalah sebanyak 241.000 jemaah yaitu 221.000 kuota normal dan 20 ribu kuota tambahan. 

Terbagi dalam alokasi kuota Haji Reguler sebanyak 213.320 orang dan kuota Haji Khusus sebanyak 27.680 jemaah.

Ace juga menyampaikan Arab Saudi saat ini memiliki perbedaan kebijakan dengan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, setiap jemaah haji Indonesia, sudah sepatutnya diberikan Smart Card di samping gelang identitas jemaah haji.

Smart Card ini antara lain berfungsi untuk mengidentifikasi jemaah haji yang benar-benar menggunakan visa haji dan untuk mencegah jemaah haji ilegal yang tidak menggunakan visa haji. Sehingga bagi yang tidak memiliki Smart Card, tidak dapat masuk ke area Armuzna.

“Saat ini di Muzdalifah juga telah dibangun toilet-toilet baru yang banyak untuk peningkatan pelayanan terhadap jemaah haji dan berbagai peningkatan pelayanan di Armuzna lainnya. Ini merupakan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya,” papar Ace 

Arab Saudi Panas Banget 

Cuaca di Saudi sangat panas dan kering. Sehingga, jemaah sering tidak berkeringat saat beraktivitas, kadang juga jarang buang air kecil.

Baca Juga  Partai Golkar Siapkan Menpora Baru: Muda, Potensial dan Sanggup Bekerja, Siapa Dia? 

Kondisi ini perlu mendapat perhatian jemaah. Di tengah cuaca yang panas dan kering, jemaah perlu memperbanyak minum agar terhindar dehidrasi.

Kepala Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKIH) Daker Madinah, Karmijono menjelaskan, jemaah haji harus mempertimbangkan kondisi di Arab Saudi yang berbeda dengan kondisi di Indonesia.

“Banyak jemaah haji yang tidak sadar sudah mengalami dehidrasi saat beraktivitas di Saudi,” ungkapnya, Minggu (12/5/2024) di KKHI Madinah.

Dia mencontohkan jemaah haji sering merasa jarang buang air kecil. Kondisi itu bisa jadi karena dehidrasi.

“Itu tanda-tanda dehidrasi. Seharusnya, jemaah haji buang air kecil minimal setiap jam. Hal ini sebagai tanda tubuh terhidrasi dengan baik,” kata Karmijono

Bahkan kata Karmijono, semakin sering kencing lebih bagus. “Mending sering ke toilet daripada sering ke rumah sakit,” katanya mengingatkan.

Karmijono mengimbau jemaah haji banyak mengkonsumsi air putih, meski tidak merasa haus. Karmijono menganjurkan jemaah minum air zamzam yang tidak dingin agar bisa langsung diterima dengan baik suhu tubuh.

Selama di Arab Saudi, kata Karmijono, jemaah haji juga jarang berkeringat. Sebab, dengan cuaca panas dan terik, keringat yang dihasilkan langsung menguap.

Karmijono berharap jemaah haji lansia dan memiliki penyakit bawaan, tak memaksakan diri untuk beribadah sunah agar tidak lelah. Hal ini semata demi menjaga kesehatan jemaah menuju rangkaian puncak haji.

“Tidak ada petugas yang melarang jemaah untuk beribadah tetapi agar jemaah itu juga menyadari kemampuannya sendiri,” kata Karmijono.

“Kalau memang sudah lelah, jangan dipaksa, tetap istirahat,” tutupnya.

 

banner 325x300