Ekonomi

Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Perbanyak Kebijakan pro-Petani

255
×

Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Perbanyak Kebijakan pro-Petani

Share this article
Wakil Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar Dedi Mulyadi.
Wakil Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar Dedi Mulyadi

G24NEWS.TV, JAKARTA – Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar, meminta Pemerintah memperbanyak kebijakan pro-petani, sehingga sektor pertanian Indonesia semakin maju. Dia menilai selama ini banyak kebijakan di sektor pertanian tidak berpihak kepada petani.

Kondisi ini, antara lain terlihat dari ketika terjadi panen raya dan harga beras turun, Pemerintah tidak dapat menyangga harga padi atau beras. Namun, ketika harga tinggi, Pemerintah langsung mengimpor beras.

Bahkan, menurutnya, masa impor sering kali terjadi saat masih ada panen raya. Akibatnya, petani sulit mendapatkan keuntungan. Untuk itu, Dedi meminta Pemerintah tidak buru-buru melakukan impor manakala gabah di petani masih tersedia,

Baca Juga  Bawa Uang Jadi Lebih Gampang, Intip Kemudahan Mobil Money!

Kebijakan itu, terangnya, menjadikan petani terus-terusan menjadi kelompok yang menderita. “Saya sudah menjelaskan apa yang mesti dilakukan pemerintah untuk tidak buru-buru impor manakala gabah di petani masih tersedia,” jelas Dedi Mulyadi, Rabu (29/3).

“Jangan sampai gabah tersedia tidak diserap, tapi lebih pilih impor. Jangan terjadi peristiwa seperti itu,” sambungnya.

“Karena bagaimanapun tugas negara melindungi petani, tetapi negara harus menyediakan ketersediaan pangan untuk masyarakat”. Legislator dari Partai Golkar ini menilai saat ini petani seolah menjalankan produksi sendiri tanpa adanya pendampingan.

infografis dampak impor beras pada petani
infografis dampak impor beras pada petani. (Indonesia baik)

Penyuluh Pertanian Terbatas

Dia mengatakan petugas penyuluh atau pendamping pertanian saat ini masih sangat terbatas jumlahnya, sehingga petani di Indonesia berjalan sendiri.

Baca Juga  Jerry Sambuaga Dorong Kolaborasi Lawan Diskriminasi Kelapa Sawit 

Menurutnya, salah satu penyebab terbatasnya penyuluh pertanian adalah masih rendahnya gaji, sehingga motivasi bekerja rendah, belum lagi masalah pemahaman terhadap budidaya dan pemasaran produk pertanian.

“Ini problem yang harus dibenahi pada sistem pertanian kita,” tambah Dedi Mulyadi.  Satu lagi kebijakan yang perlu mendapatkan perhatian khusus, jelasnya, adalah pupuk.

Harga pupuk di tingkat petani, ujarnya, masih terlalu tinggi dibandingkan hasil penjualan, terutama petani yang menggarap lahan sempit.*

Email: Nyomanadikusuma@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300