Ekonomi

DPR Dukung Presiden Jokowi Jadikan Indonesia Raja Baterai Kendaraan Listrik

274
×

DPR Dukung Presiden Jokowi Jadikan Indonesia Raja Baterai Kendaraan Listrik

Share this article
mukhtrudin
mukhtrudin

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mendukung Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia raja baterai kendaraan listrik (electric vehicle/ EV). Mukhtarudin yakin target Jokowi itu bisa tercapai.

“Saya optimisme keinginan Presiden Jokowi bahwa Indonesia menjadi ‘raja’ baterai kendaraan listrik dengan dukung kita di DPR,” kata Mukhtarudin yang berasal dari Partai Golkar.

Sebagai informasi, pernyataan Presiden Jokowi itu disampaikan saat membuka Rapimnas KADIN 2022 yang digelar di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta, pada Jumat, 2 Desember 2022 lalu.

Adapun bentuk dukungan yang diberikan, Mukhtarudin menegaskan hal itu tentu harus mengacu pada tugas dan fungsi masing-masing institusi seperti DPR dalam bentuk aturan.

“Kami di legislatif, memberikan dukungan dengan pengajuan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) yang salah satu semangatnya adalah percepatan penggunaan energi baru dan terbarukan seperti kendaraan berbasis listrik ini. Begitu juga dengan program hilirisasi tambang oleh Presiden Jokowi, kita wajib dukung,” terang Mukhtarudin.

Menurut Mukhtarudin, selain bentuk dukungan regulasi DPR RI juga melihat bahwa visi pemerintah dalam menyediakan baterai kendaraan listrik juga cukup rasional. Jika dilihat dari aspek ekonomi maupun ketenagakerjaan.

Baca Juga  Adde Rosi Khoerunnisa: Pelaku Kekerasan Seksual Tak Layak Dapat Keringanan Hukuman

“Karena akan menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi produk-produk tambang tersebut, akan membuka banyak lapangan kerja baru di dalam negeri dan yang pasti akan meningkatkan pendapatan negara dari sektor tambang,” papar Mukhtarudin.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar asal Dapil Kalimantan Tengah ini menjelaskan, dirinya tak menampik potensi intervensi negara adidaya ketika Indonesia menjadi negara yang memiliki sumber daya alam (SDA) tak terbatas bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Ini adalah tantangan besar. Fakta hingga sekarang serta sejarah dunia membuktikan bahwa negara-negara yang kaya SDA seperti terkena ‘kutukan’ kesejahteraan. Liberia, Kongo, dan Madagaskar di Benua Afrika maupun Afghanistan dan Nepal di Benua Asia sebagai contoh negara-negara yang memiliki kekayaan SDA namun tidak mampu keluar dari status sebagai negara miskin,” paparnya.

“Kita harus belajar dari sejarah tersebut. Indonesia yang sudah memiliki Kekayaan SDA ini harus memiliki roadmap hilirisasi, peningkatan SDM hingga pendanaan, dalam hal ini dibidang EV serta konsisten melaksanakannya. Bila hal ini sudah dilakukan, saya berkeyakinan Indonesia menjadi ‘raja’ baterai mobil listrik bukan hal yang mustahil,” sambungnya.

Baca Juga  Menperin Ajak Industri Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Ia menilai, dengan adanya keseriusan seluruh pihak dari hilirisasi sektor tambang menjadi semacam tonggak sejarah yang dianggap mustahil dan kini telah terwujudkan. Hal serupa, kata Mukhtarudin, pengelolaan baterai kendaraan listrik Indonesia bisa jadi raja.

“Ketika ini digencarkan, tentunya negara-negara yang selama ini mendapatkan keuntungan dari impor mentah bahan tambang dari Indonesia menjadi gusar, termasuk negara-negara Uni Eropa dengan menggugat ke WTO. Kita tentunya tidak boleh menyerah. Strategi hilirisasi pertambangan yang diantaranya dengan pembangunan banyak smelter untuk ragam jenis bahan tambang di dalam negeri harus dibarengi dengan kelincahan diplomasi perdagangan internasional Indonesia di sisi lainnya,” paparnya.

Mukhtarudin menyarankan agar pemerintah merealisasikan visi besarnya soal cita-cita Indonesia menjadi pemain utama dalam hal penyediaan baterai untuk kendaraan listrik secara serius.

“Konsistenlah dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah dibidang ekosistem EV ini. Terlebih pasca pemerintahan Presiden Jokowi nanti. Seperti hilirisasi produk pertambangan, penciptaan ekosistem EV serta peningkatan TKDN-nya,” pungkas Mukhtarudin.

banner 325x300