Video

Maman Abdurrahman, Presiden BEM Trisakti yang Berlabuh di Partai Golkar

832
×

Maman Abdurrahman, Presiden BEM Trisakti yang Berlabuh di Partai Golkar

Share this article
Maman Abdurrahman
Anggota DPR dari Partai Golkar Maman Abdurrahman. (Foto G24NEWS)

G24NEWS.TV, JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Golkar Maman Abdurrahman berbagi cerita perjalanan karir politiknya yang dimulai saat menjadi Presiden Mahasiswa Trisakti. Ia mengungkapkan, di Kampus Trisakti, dirinya berproses di dunia gerakan dan menjadi awal proses perjalanan karir politiknya.

Kalau ditanya proses awal karir politik, ya pada saat menjadi presiden mahasiswa Trisakti,” ungkapnya. 

Maman Abdurrahman mengungkapkan saat menjadi Presiden Mahasiswa Trisakti, ia terlibat dalam dunia gerakan dan proses dinamika peristiwa Reformasi 1998.

Maman Abdurrahman
Anggota DPR dari Partai Golkar Maman Abdurrahman. (Foto G24NEWS)

Keterlibatannya dalam dunia gerakan dan dinamika Reformasi 1998 itulah yang mengantarkan dirinya berproses dalam dunia politik. Pada saat itu, ia menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dari eksekutif, legislatif dan eksekutif dalam rangka menuntut keadilan atas tertembaknya 4 mahasiswa Trisakti.

Ia menceritakan, pada saat itu dirinya lebih dekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia tak menampik bahwa banyak orang yang menyarankan dirinya masuk ke Partai Demokrat, partai yang besutan SBY.

Baca Juga  Christina Aryani Berduka dengan Korban Serangan di Papua

“Saya waktu itu menjadi presiden mahasiswa cukup intens dekat dengan pak SBY, orang menyarankan saya masuk Demokrat,” kata Maman. 

Maman Abdurrahman memilih bergabung dengan Partai Golkar, meskipun keputusan tersebut tidak populis bagi aktivis Trisakti. Dia menuturkan, tantangan dan suara hati mendorong dirinya berlabuh ke Golkar.

Keputusan Maman untuk bergabung dengan Partai Golkar banyak dikritik oleh rekan-rekan seperjuangannya di Trisakti.

“Bahkan banyak teman-teman yang menolak saya masuk Golkar,” ungkapnya. 

Maman Abdurrahman dan Golkar

Menurut Maman yang seorang insinyur perminyakan ini, Partai Golkar memberikan kesempatan besar bagi anak muda untuk berkiprah. Meskipun bukan berasal dari kalangan “darah kuning” atau keluarga dari tokoh-tokoh Golkar.

Baca Juga  M. Nur Purnamasidi Sarankan Permasalahan Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat

Di Partai Golkar, kata Maman, seorang kader dihargai bukan karena keturunannya, tapi karena kapasitasnya.

“Belum ada satu partai pun di Indonesia. Hanya Partai Golkar yang berani memberikan kesempatan kepada anak muda yang bukan siapa-siapa (dari golongan atas politik)” ujarnya.

Ia juga menyebut, Golkar sebagai partai politik yang ramah anak muda.

“Partai Golkar tidak anti pada yang muda. Partai Golkar tidak anti juga pada yang tua. Tapi, Partai Golkar anti kepada mereka yang tidak memiliki kualitas,” tegasnya.

Sistem yang ada di Partai Golkar, imbuhnya, memberikan ruang dan kesempatan kepada siapapun selama memiliki kemampuan, kualitas, potensi, ide, konsep, dan pemikiran yang konkrit di lapangan.

 

 

 

 

 

banner 325x300