HeadlineNasional

Pemilu 2024 Momentum Kemenangan Partai Golkar, Ini Alasan Airlangga Hartarto 

214
×

Pemilu 2024 Momentum Kemenangan Partai Golkar, Ini Alasan Airlangga Hartarto 

Share this article
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan momentum kemenangan pada Pemilu 2024. (Foto - Dara/G24NEWS)

G24NEWS.TV, JAKARTA –   Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan Pemilu 2024 adalah momentum untuk meraih kembali kemenangan dengan dukungan berbagai kondisi. 

Pertama kata Airlangga, saat ini berbagai partai politik merasa nyaman menjalin komunikasi dengan partainya, baik dalam urusan pemerintahan maupun kepentingan politik lain.  Selain itu tokoh-tokoh masyarakat juga tertarik dan bergabung dengan Partai Golkar seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mantan gubernur Jawa Timur Soekarwo, politisi PSI Rian Ernest dan sejumlah kepala daerah.

Kondisi-kondisi itulah yang membuat pada Pemilu 2024 mendatang bisa menjadi momentum bagi Partai Golkar merebut kemenangan. “Berbagai kelompok masyarakat nyaman berada di bawah pohon beringin, maka kita punya momentum. Maka momentum ini manfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis saat Rakornis Pemenangan Pemilu untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Wilayah Timur di Denpasar.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh G24 News TV (@g24news.tv)

Pada Pemilu 2024 mendatang, Partai Golkar seharusnya juga sedang mengalami siklus kemenangan. Karena Golkar mengalami kemenangan saat Pemilu 2004, kemudian pada Pemilu  2009, 2014, 2019 Golkar nomor dua.  “Sudah waktunya 2024 Golkar nomor satu kembali,” ujar dia.

Baca Juga  David Reeve, Associate Professor UNSW Australia Bicara Tentang Transformasi Golkar di Golkar Institute

Kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang, kata Airlangga menjadi kesempatan untuk mewarnai pemerintahan. Sebagai partai yang berpengalaman dengan konsep dan praktik pembangunan, Golkar harus bisa memasukkan gagasannya pada pemerintahan. 

Apalagi, pada 2025 mendatang, Indonesia akan mendapat bonus demografi yang tidak hadir dalam 100 tahun sekali yang harus dimanfaatkan dengan maksimal.  Menurut Airlangga, salah satu strategi kemenangan dalam Pemilu 2024 mendatang adalah merangkul suara dari generasi milenial dan generasi Z yang diprediksinya mempunyai jumlah besar. 

Airlangga menginstruksikan pengurus DPD Golkar membuat program yang bisa menarik kedua generasi tersebut memilih Partai Golkar. “Saya meminta kepada seluruh ketua DPD yang hadir di sini, dan secara khusus kepada fungsionaris yang ada di Bali, Nusa Tenggara untuk bisa bekerja sama dan masuk kepada generasi Z dan generasi milenial,” ujar dia. 

Target Partai Golkar adalah mengamankan 20 persen suara pada pemilihan legislatif dan mewujudkan 51% suara untuk kemenangan Pilpres 2024. “Kita tidak boleh puas dengan memegang 20% (suara), tetapi untuk menang Pilpres kita harus dorong targetnya menjadi 51%. Itulah tugas penggalangan kelompok masyarakat, tugas memperbesar koalisi,” ujar dia. 

Baca Juga  Golkar Manggarai NTT Salurkan Bantuan Kepada Korban Angin Puting Beliung

Golkar Partai Tengah jaga Keseimbangan Politik 

Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis Erwin Aksa.
Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis Erwin Aksa.

Komunikasi dengan kekuatan politik lain di Indonesia yang berjalan lancar ini terjadi karena Partai Golkar berusaha menjaga keseimbangan di tengah masyarakat, ujar Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis Erwin Aksa

Sebagai partai dengan garis sentris atau partai tengah, menurut Erwin, Golkar berusaha membuat kelompok lain nyaman, tidak menonjolkan perbedaan dan menguatkan nilai-nilai kebersamaan. 

Partai tengah menurut Erwin juga tidak menginginkan adanya perubahan yang bisa menggeser politik masyarakat pada ekstrim kanan maupun ekstrim kiri.  Ekrem kanan dipengaruhi oleh ide-ide konservatisme, liberalisme atau kelompok kanan agama.

Sedangkan kelompok ekstrim kiri adalah kelompok yang sangat menjunjung tinggi egalitarianisme dan kontrol kuat negara atas aset-aset ekonomi. Di tengah perbedaan ekstrem tersebut, Partai Golkar sebagai partai tengah bisa disebut sebagai gerakan politik modern yang mencoba mendamaikan politik sayap kanan dan sayap kiri.  

“Seperti filosofi pohon beringin, membuat nyaman semua orang yang berteduh di bawahnya,” ujar dia.

banner 325x300