EkonomiInfografis

Ekonomi Biru, Mesin Pertumbuhan Baru Bagi Kemakmuran Rakyat

632
×

Ekonomi Biru, Mesin Pertumbuhan Baru Bagi Kemakmuran Rakyat

Share this article
Ekonomi Biru
Ekonomi Biru

G24NEWS.TV, JAKARTA — Ekonomi biru berpoyeksi menjadi mesin pertumbuhan baru di kawasan ASEAN, salah satunya untuk meningkatkan kemakmuran rakyat.

“ASEAN membutuhkan mesin pertumbuhan baru untuk meningkatkan kemakmuran kesejahteraan rakyat,” kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Senin (3/7).

Blue Economy Framework
Blue Economy Framework

Dilansir dari ANTARA, transisi ke ekonomi biru membuka peluang bagi negara-negara berpendapatan menengah ke bawah untuk mendorong pertumbuhan PDB. Upaya itu dilakukan sambil mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDG’s.

Seperti yang diketahui, lima negara ASEAN yakni Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam berstatus penghasilan menengah ke bawah.

Baca Juga  Indonesia Ketua ASEAN 2023, Bukti Posisi Penting dan Pengakuan Dedikasi terhadap ASEAN

Sedangkan Indonesia tergolong negara berpenghasilan menengah ke atas bersama Malaysia dan Thailand dan masih terjebak status pendapatan menengah selama 13 tahun.

“Hanya Brunei Darussalam dan Singapura yang berstatus berpenghasilan tinggi,” kata Suharso Monoarfa.

Kerangka Ekonomi Biru, Komitmen Kepemimpinan Indonesia di ASEAN 2023

Kerangka Ekonomi Biru ASEAN menjadi sebuah komitmen Indonesia yang saat ini menjadi Ketua ASEAN 2023.

Keketuaan ASEAN 2020 (Foto by: Bank Indonesia)
Keketuaan ASEAN 2020 (Foto by: Bank Indonesia)

Kerangka Ekonomi Biru diharapkan menjadi salah satu hasil ekonomi prioritas tahun 2023.

Perairan di Asia Tenggara, Kata Suharso Monoarfa, menyumbang 15 persen perikanan global dan ada 625 juta orang yang bekerja di sektor kelautan.

Baca Juga  Inflasi di Indonesia Konsisten Turun, Juni 2023 Tercatat 3,52%

“OECD memperkirakan bahwa nilai tambah output ekonomi laut global akan berlipat ganda dalam 20 tahun, yaitu dari 1,5 triliun dolar AS pada tahun 2010 menjadi 3,0 triliun dolar AS pada tahun 2030,” kata dia.

Bank Dunia mendefinisikan ekonomi biru sebagai pemanfaatan sumber daya laut yang berwawasan lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan mata pencaharian sekaligus pelestarian ekosistem laut.

Enam Sektor Ekonomi Biru

Sektor pariwisata dalam <yoastmark class=

  1. Perikanan
  2. Energi Terbarukan
  3. Pariwisata
  4. Transportasi Air
  5. Pengelolaan Limbah
  6. Mitigasi Perubahan Iklim
banner 325x300