Headline

Ridwan Kamil Pamerkan Toponimi di PBB, Alat Bantu Penanganan Gempa Cianjur

251
×

Ridwan Kamil Pamerkan Toponimi di PBB, Alat Bantu Penanganan Gempa Cianjur

Share this article
Ridwan Kamil di Forum UNGEGN PBB 2023
Ridwan Kamil memperkenalkan toponimi sebagai alat bantu penanganan gempa Cianjur pada Forum UNGEGN PBB 2023

G24NEWS.TV, JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperkenalkan alat bantu Toponimi yang digunakan dalam mempercepat penanganan gempa bumi di Cianjur pada forum The 4th Meeting 2023 United Nations Group of Experts Geographical Name (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat.

Dalam keterangan tertulisnya, Ridwan Kamil menurutkan pihaknya mewakili Divisi Asia Tenggara dengan mengangkat tema “Strengthening Relationship, Links and Connections in Geographical Names Standardization and Sustainable Development and Pandemic Recovery“.

Dia mempresentasikan paparan materi berjudul Toponym Usage in Response to the Earthquake Disaster in Cianjur Regency“.

Potret dampak gempa Cianjur, merobohkan bangunan
Gempa Cianjur 2022 (Foto by: BMKG)

Toponimi merujuk pada ilmu bahasa yang membahas tentang asal usul penamaan tempat, wilayah, atau bagian lain dari rupa bumi.

Proyek toponimi dinilai telah membantu Pemprov Jabar dalam melestarikan tradisi oral dalam mengembalikan kearifan lokal, cerita rakyat dan sejarah.

“Tahun lalu provinsi kami dianugerahi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai provinsi ter progresif dalam menciptakan big data toponimi dengan pedoman internasional yang menargetkan 5 juta data digital,” ujarnya. 

Lebi lanjut Ridwan Kamil menjelaskan pihaknya berhasil menjawab tantangan transformasi dari manual ke digital.

“Tantangan terbesar adalah transformasi dari manual ke digital. Kami berhasil menjawab tantangan itu dengan mengkoordinasi 27 kabupaten/kota untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama,” kata Ridwan Kamil.

Baca Juga  LSI Ungkap Alasan Airlangga Kandidat Kuat Cawapres 2024

Melalui Toponimi, informasi yang dimiliki Jawa Barat digunakan untuk memastikan manajemen lahan, membuat pengembangan dan perencanaan perdesaan yang lebih baik. Tak hanya itu, diharapkan juga dapat melindungi sumber daya alam yang ada di bumi Pasundan tersebut.

Toponimi Kumpulkan Data Gempa di Cianjur dengan Cepat

Dilansir dari Antaranews.com, Ridwan Kamil menjelaskan penggunaan toponimi sebagai alat bantu Pemprov Jabar dalam merespons gempa Cianjur tahun lalu.

“Selama itu, sebagai Gubernur saya mencoba untuk melakukan asesmen mendalam atas kerusakan yang ditimbulkan gempa, lalu mencari sumber daya untuk melakukan evakuasi penyelamatan dengan cepat,” jelasnya. 

Pengumpulan data dengan toponimi, ujarnya, menjadi hal yang pertama yang diperlukan dalam menangani gempa Cianjur. Dengan toponimi, data terkumpul lebih cepat.

“Kami juga dapat membuat data berseri untuk mendistribusikan logistik, dengan mengkombinasi semua aspek koordinasi yang penting, menggunakan data toponimi yang sudah dimiliki,” ujar Ridwan Kamil.

Dengan data rupa bumi dari aplikasi Sistem Informasi RupaBumi atau SINAR, distribusi bala bantuan dan koordinasi situasi kedaruratan sangat cepat dan responsif.

Sistem Informasi Nama RupaBumi
Sistem Informasi Nama RupaBumi

Ridwan Kamil memberi contoh, episentrum gempa Cianjur berada di Kampung Cieundeur, yang dalam bahasa Inggris “endeur” artinya bergetar atau bergoyang. Dengan kata lain, sejak lama masyarakat Kampung Cieundeur telah memiliki kesadaran akan gempa bumi, hal itu dapat dilihat dari nama kampung mereka.

Baca Juga  Partai Demokrat Akhirnya Resmi Dukung Prabowo Subianto, Kekuatan Koalisi Indonesia Maju Semakin Besar 

“Sejarahnya, masyarakat lama di area itu telah menamai daerah mereka sesuai dengan seringnya gempa yang terjadi,” jelasnya. 

Kampung Cieundeur terletak di Kecamatan Warungkondang, yang secara geografis hanya berjarak 15 kilometer dari Gunung Gede. Letak Kampung Cieundeur juga berada di sebelah timur Sesar Cimandiri, sesar yang merupakan patahan geser aktif di Jawa Barat.

Toponimi Diharapkan Jadi Sumber Daya Informasi Manajemen Kebencanaan

Proyek toponimi di Jawa Barat, kata Ridwan Kamil, merupakan sumber daya informasi yang berharga dalam manajemen kebencanaan.

“Saya berharap di masa mendatang, data nama geografis berdasarkan kearifan lokal dapat meningkat lebih praktikal lagi. Tidak hanya sebatas penamaan saja, tapi juga membantu pada pencapaian tujuan bersama,” katanya.

Fasilitator UNGEGN mengapresiasi penggunaan toponimi yang terintegrasi dalam aplikasi SINAR sebagai contoh baik dalam pengunaan data RupaBumi.

Apresiasi juga datang dari Ketua Forum UNGEGN. Menurutnya, penggunaan toponimi adalah langkah penting di tengah kesulitan pengambil kebijakan dalam menangani bencana.

 

 

banner 325x300