HeadlineNasional

Partai Golkar: Keamanan Data Digital Masih Lemah, Perlu Sinergi Banyak Pihak

743
×

Partai Golkar: Keamanan Data Digital Masih Lemah, Perlu Sinergi Banyak Pihak

Share this article
Anggota Komisi I dari Partai Golkra Dave Laksono berpidato di mimbar dengan baju berwarna oranye, seragam ormas Kosgoro 57
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Dave Laksono mengungkapkan pembakaran Al Quran bukan bentuk demokrasi dan kebebasan berekspresi.

G24NEWS.TV, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR dari Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno mendorong Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk mengawal keamanan data dan transaksi digital di Indonesia.

Menurut Dave, kasus serangan yang dialami Bank Syariah Indonesia (BSI) beberapa waktu lalu menunjukkan sistem keamanan data di Indonesia masih lemah.

“Saat ini BSSN berdiri berdasarkan Keppres (Keputusan Presiden), belum memiliki Undang-Undang. Namun hal itu jangan dijadikan alasan,” kata Dave dilansir dari TV Parlemen.

Menurut Dave, BSSN harus bisa menjalankan fungsinya secara total, dengan jaringan dan infrastruktur yang dimiliki meski harus mendapat penguatan dari sisi regulasi. Salah satu yang perlu diperkuat menurut Dave adalah kewenangan BSSN dengan payung hukum undang-undang, bukan hanya Kepres.

Baca Juga  Cara Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 52, Pastikan Kamu Memenuhi 5 Syarat ini Agar Berhasil Lolos

Menurut Dave yang juga Ketua Umum Kosgoro itu, BSSN perlu bersinergi dan mengoptimalkan apa yang dimiliki bersama aparat penegak hukum maupun kementerian untuk mengamankan data. BSSN juga harus memasang kewaspadaan yang tinggi apalagi setelah Indonesia menuju digitalisasi di semua sektor.

Seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, lanjut Dave, juga perlu bersinergi membangun dan mengawasi ekonomi digital guna mendukung implementasi perangkat hukum yang ada.

Seputar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

BSSN merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 Tahun 2017.

Baca Juga  Legislator Golkar Christina Aryani Kecam Penyiksaan PRT Asal Banyuwangi di Malaysia

Lembaga ini berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden melalui menteri yang menaungi koordinasi di bidang politik, hukum, dan keamanan.

Logo Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
Logo Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Lembaga hasil peleburan dari dua institusi, yaitu Lembaga Sandi Negara dan Direktorat Keamanan Informasi serta Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo ini mempunyai tugas melaksanakan keamanan siber.

Tugas itu dilakukan secara efektif dengan mengkoordinir semua unsur yang terkait dengan keamanan siber, mulai dari deteksi, pemantauan, penanggulangan, pemulihan, evaluasi, atas insiden atau serangan siber. Dengan demikian tugas BSSN salah satunya adalah menjaga keamanan data digital.

banner 325x300