HeadlineLingkungan

Menko Perekonomian Targetkan Net Zero Emissions di Indonesia Tahun 2060

331
×

Menko Perekonomian Targetkan Net Zero Emissions di Indonesia Tahun 2060

Share this article
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi panelis dalam acara 'Indonesia Net-Zero Summit 2023: Rembuk Kebangsaan Untuk Iklim' di Djakarta Theater, Sabtu (24/6/2023). Foto: airlanggahartarto_official
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi panelis dalam acara 'Indonesia Net-Zero Summit 2023: Rembuk Kebangsaan Untuk Iklim' di Djakarta Theater, Sabtu (24/6/2023). Foto: airlanggahartarto_official

G24NEWS.TV, JAKARTA  –  Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan serius terkait net zero emissions, sehingga diharapkan dapat mencapai target tahun 2060.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia berkomitmen untuk mencapai target nol emisi karbon (net zero emission) tahun 2060.

Pengurangan ini, jelasnya, dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir. Dari perkembangan terakhir, paparnya, diperkirakan pencapaian target akan lebih cepat dari jadwal.

“Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060 atau bahkan insya Allah bisa lebih cepat,” jelasnya, seperti dilansir dari airlanggahartarto_official, Minggu (25/6/2023), saat menjadi panelis dalam acara ‘Indonesia Net-Zero Summit 2023: Rembuk Kebangsaan Untuk Iklim, di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (24/6/2024).

Dia mengemukakan tahun 2023, emisi karbon di Indonesia diperkirakan berkurang menjadi 31,89 persen.

Baca Juga  Bamsoet Minta Kader Golkar Bersabar Terkait Koalisi Capres dan Cawapres 2024

Angka ini, jelasnya, lebih dibandingkan target dari dukungan internasional yang menetapkan angka sebesar 43,20 persen.

“Komitmen Indonesia adalah menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89% di tahun 2030 mendatang dengan target dukungan internasional sebesar 43,20%,” tambah Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Sejalan Transisi Energi Bersih

Dia mengatakan pengurangan emisi karbon sejalan dengan rencana transisi energi bersih.

Transisi energi bersih, ujarnya, fokus pada pengurangan intensitas karbon dan dapat memberi manfaat bagi setiap rumah tangga.

Dengan demikian, sektor industri tentunya perlu lebih inovatif dalam akuisisi teknologi dan investasi.

Target ini, jelasnya, diharapkan dapat tercapati dengna adanya investasi dan teknologi yang tepat, serta sosialiasi dan dukungan masyarakat.

Baca Juga  Planet Merkurius: Masa Lalu yang Misterius dan Karakteristik yang Unik

“Selain itu, koordinasi seluruh institusi pemerintah serta pihak swasta, insya Allah Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca,” paparnya.

Kondisi ini akan membantu Indonesia menghindari krisis pangan dan anomali cuaca.

Serta mengatasi kerusakan alam dan situasi sulit yang berdampak secara sosial ekonomi masyarakat.

“Saya senang dan bangga kepada generasi Z kita karena banyak yang peduli terhadap isu lingkungan,” jelasnya, kepada mayoritas peserta kegiatan itu.

“Hal ini menjadi harapan dan semangat bagi kita semua bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan dan menjalankan pembangunan berkelanjutan merupakan tanggung jawab kita bersama,” jelas Airlangga Hartarto.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300