Politik

Jusuf Kalla: Golkar Bidik Posisi Cawapres Prabowo Atau Ganjar

178
×

Jusuf Kalla: Golkar Bidik Posisi Cawapres Prabowo Atau Ganjar

Share this article
Politisi senior Partai Golkar Jusuf Kalla. Foto: Ist
Politisi senior Partai Golkar Jusuf Kalla. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Politisi senior Partai Golkar Jusuf Kalla mengatakan kemungkinan Golkar akan mengajukan calon wakil presiden, baik kepada Partai Gerindra Prabowo Subianto atau kepada PDI-P untuk mendampingi Ganjar Pranowo.

Dia meyakini sebagai partai besar, Golkar akan signifikan mendongkrak suara jika kadernya menjadi calon wakil presiden.

“Hanya antara (jadi bakal cawapres) Ganjar dan Prabowo, tetapi karena partai besar yang mempunyai juga kemampuan atau pun hak untuk meningkatkan suara nomor 1 apabila jadi wakil,” ujar Jusuf Kalla di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2023).

Di sisi lain, Jusuf Kalla mengakui dirinya tidak lagi terlibat dalam menentukan sikap Partai Golkar dalam strategi menghadapi Pemilu 2024.

Namun, dia memperkirakan Golkar sedang berupaya untuk bisa memajukan kadarnya ke posisi calon RI 2.

Baca Juga  Relawan Prabowo-Gibran Satu Ibu Pertiwi Nyalakan 1.000 Lilin Serukan Pemilu Damai

“Saya kira itu harapannya untuk masuk dalam cawapres. Saya sendiri tidak terlibat, tidak mengetahui banyak isi negosiasi,” sambungnya.

Lebih jauh, dia mengatakan hingga saat ini Golkar masih solid mendukung kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Selain kekuatan Golkar sebagai partai besar, dia meyakini Airlangga Hartarto juga memiliki kapasitas untuk dicalonkan dalam Piplres tahun depan.

“Siapa sih yang bisa memastikan, siapa yang terpilih? Yang penting terpilih dalam artian legislatifnya atau eksekutifnya kalau kita bersatu,” jelasnya.

Tolak Munaslub

Sebelumnya, Jusuf Kalla, mantan ketua umum Partai Golkar 2004-2009, mengatakan isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) hanya akan menurunkan marwah partai, sehingga harus dihindari.

Baca Juga  AMPI Partai Golkar Tukar Gagasan Dengan Komite Pelajar Partai Demokratis Korsel

“Sangat tidak setuju karena itu akan lebih menurunkan muruah-nya Golkar,” kata Jusuf Kalla dikutip dari Antaranews, Senin (31/7).

Dia mengaku tak setuju dengan isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) yang bergulir di internal partainya jelang Pemilu 2024.

Isu Munaslub Partai Golkar, menurutnya, hanya akan menimbulkan perpecahan di internal partai.

Sedangkan apabila perpecahan terjadi di internal Partai Golkar maka dapat berimbas pada raihan suara pada Pemilu 2024 mendatang.

“Bersatu saja belum tentu menang, apalagi tidak bersatu,” imbuh Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 itu.

Menurutnya, seluruh internal Partai Golkar seharusnya bersatu agar dapat memenangkan Pemilu 2024 yang kurang dari setahun lagi.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300