HeadlineNasional

Indonesia Gagal jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Ini Sikap Partai Golkar

943
×

Indonesia Gagal jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Ini Sikap Partai Golkar

Share this article
Hetifah Sjaifudian
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Foto: Jaka/ Parlementaria

G24NEWS.TV, JAKARTA — Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian menyesalkan kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023

Menurut dia ada banyak konsekuensi yang dihadapi atlet, official hingga pemerintah Indonesia akibat kegagalan menjadi tuan rumah ajang yang cukup bergengsi ini. 

“Amat sangat menyesalkan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2023. Akibat inkonsistensi sikap pemda dan komunikasi publik dari PSSI dan pemerintah yang kurang optimal, sepakbola Indonesia kini merugi besar,” ucap Hetifah Sjaifudian (30/3).

Menurut Hetifah FIFA memiliki aturan tegas yang dapat berdampak pada pengucilan Timnas Sepakbola Indonesia. Konsekuensinya, akan berdampak panjang bagi peningkatan prestasi, industri olahraga, pendapatan atlet, hingga pride bangsa Indonesia sendiri di mata dunia. 

Logo Piala Dunia U-20
Logo Piala Dunia U-20

FIFA Pernah Sanksi Indonesia

Pada 2015, Indonesia pernah dijatuhi sanksi FIFA salah satunya dengan dicabutnya keanggotaan PSSI dari FIFA. 

“Sepakbola Indonesia pernah menerima pil pahit sanksi FIFA pada 2015, yaitu dicabutnya keanggotaan PSSI dari FIFA serta pelarangan Timnas maupun klub Indonesia mengikuti kompetisi internasional di bawah naungan FIFA dan AFC. Sungguh merugi jika sepakbola Indonesia kembali menerima sanksi serupa,” lanjut Hetifah.

Hetifah berharap Timnas Indonesia U-20  tetap berkesempatan mengikuti Piala Dunia U-20.  Dia juga meminta Erick Thohir selaku Ketua PSSI untuk berdialog dengan FIFA mengenai dampak kedepannya.

Baca Juga  SBY Siap Turun Gunung, Barisan Pemenangan Prabowo Subianto Makin Kuat 

“Saya berharap, Timnas Sepakbola U-20 Indonesia masih dapat bermain di Piala Dunia 2023, meskipun bukan di Tanah Air sendiri. Karenanya, saya berharap Pak Erick Thohir dan Kemenpora terus melakukan upaya lobi guna meminimalkan dampak pembatalan ini,” ujar Hetifah.

Polemik Jelang Digelarnya Piala Dunia U-20 di Indonesia

Pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 santer terdengar pasca-penolakan masuknya Timnas Israel. FIFA akhirnya membatalkan drawing peserta grup Piala Dunia yang semula dijadwalkan pada 31 Maret 2023 di Bali.

Ketua PSSI Erick Thohir terbang menuju Doha, Qatar menemui Presiden FIFA untuk membicarakan solusi dan kelanjutan Piala Dunia U-20 yang seharusnya digelar 20 Mei sampai 11 Juni 2023 di Indonesia.

“Saya sudah mendapat instruksi dan perintah dari Pak Presiden Joko Widodo,” kata Erick usai menyaksikan pertandingan FIFA match day Indonesia vs Burundi Selasa malam. Kala itu Erick memohon doa kepada masyarakat Indonesia agar hasil yang didapatkan baik.

“Mohon doa kepada kami semua yang ditugaskan untuk mendapatkan hasil terbaik, dan saya harapkan doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Erick. Setibanya Erick Thohir di Doha, ia bertemu Gianni Infantino dan membicarakan tentang solusi dan kelanjutan dari masalah gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Baca Juga  Hetifah Harap Pemerintah Fokus pada Kemerdekaan Guru

FIFA menghapus status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun ini. Pembatalan tersebut disampaikan FIFA dalam keterangan di laman resmi FIFA rabu malam waktu Indonesia (29/3).

“Menyusul pertemuan hari ini antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023.” tulis FIFA dalam keterangan resminya.

Tekankan Transformasi Setelah Tragedi Kanjuruhan

FIFA sebenarnya tidak menyebut tentang penolakan terhadap kehadiran timnas Israel. Tapi malah menekankan Tragedi Kanjuruhan. 

“FIFA ingin menggarisbawahi bahwa terlepas dari keputusan tersebut, tetap berkomitmen untuk aktif membantu PSSI, bekerja sama erat dan dengan dukungan pemerintahan Presiden Widodo, dalam proses transformasi sepakbola Indonesia pascatragedi yang terjadi pada Oktober 2022.”

“Anggota tim FIFA akan terus hadir di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang dan akan memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada PSSI, di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Kala itu Erick memohon doa kepada masyarakat Indonesia agar hasil yang didapatkan baik.

 

banner 325x300