HeadlineNasionalPolitik

Legislator Perempuan Golkar, Hetifah Sjaifudian Tekankan Masyarakat Sebagai Komponen Terpenting dalam Pembuatan Kebijakan

280
×

Legislator Perempuan Golkar, Hetifah Sjaifudian Tekankan Masyarakat Sebagai Komponen Terpenting dalam Pembuatan Kebijakan

Share this article
ABFFCDEEBCEFAA
A0BFFCD9-37EE-4799-BC88-E2FA23665A47

York – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian memberikan materi ‘Kebijakan Publik’ kepada para peserta pelatihan Golkar Institute, Executive Education Program for Young Political Leaders Angkatan ke-10, saat peserta berkunjung ke Gedung Nusantara II, DPR RI, Rabu (14/12/22).

Hetifah menyampaikan pentingnya evaluasi dan monitoring dalam pembuatan dan implementasi kebijakan publik.

“Hal yang paling penting dalam kebijakan publik adalah menentukan dahulu agenda yang akan dilaksanakan. Satu kebijakan jika tidak didukung walaupun pemerintah telah mebuat argumen mengapa hal itu penting. Bila tidak ada legitimasi atau support, bisa saja agenda itu tidak terbahas. Jadi, evaluasi dan monitoring itu penting dalam proses kebijakan publik”, ujar Hetifah.

Menurutnya, komponen paling penting dalam pengambilan kebijakan publik adalah masyarakat.

“Aktor-aktor penting ini, bukan hanya politisi dan birokrat saja, masyarakat adalah komponen yang sangat penting dalam pengambilan kebijakan. Masyarakat dalam memberikan aspirasi dibutuhkan chanelling atau yang memberi masukan bagaimana memberikan aspirasi kepada DPR”,

Baca Juga  Abaikan Isu Munaslub, Fungsionaris Golkar Fokus Menangkan Pemilu

“Harus ada siklus dimana masyarakat dapat menilai siklus kerja dari politisi tersebut. Masyarakat jika ingin memberikan aspirasi butuh wadah”, sambungnya.

Tokoh perempuan Partai Golkar ini juga menekankan pentingnya evidence-based policy atau kebijakan berbasis bukti yang dapat dipertanggung jawabkan dalam membuat keputusan dan kebijakan publik.

”Sisi pengambilan keputusan dan kebijakan publik harus berdasarkan kepada bukti-bukti, penelitian dengan metodologi yang dapat dipertanggung jawabkan. Data BPS, data potensi desa, DTKS, termasuk data spasial” kata Hetifah.

“Dalam setiap siklus kebijakan biasakan kita untuk bertanya, tingkatkan rasa penasaran kita. Ketika kita menepatkan agenda, kita harus melihat seberapa besar urgensinya. Ketika formulasi, formulasinya apa saja”,

Baca Juga  Airlangga Targetkan Prabowo-Gibran Raih 60 persen Suara di Jabar

”Jika kita ingin mendapatkan data, kita hrs meningkatkan keterampilan kita untuk mencari darimana sumber data tersebut. Biasanya sumber data berasal dari media,Statistik resmi data dari BPS dan lembaga internasional, termasuk pengetahuan tradisional kita”, sambungnya.

Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah ini juga menyampaikan dukungannya kepada para perempuan untuk bisa menjadi role model dalam meningkatkan peranannya.

“Jangan jadi politisi jika kita tidak memiliki keinginan untuk merubah sesuatu. Jika ingin menjadi orang yang berepengaruh, kita harus mendapatkan legitimasi. Perempuan kadang level penerimaannya lebih rendah, kita perlu menjadi role model, menjadi contoh. Kalau kita sebagai perempuan tidak memberi contoh, akan lebih sulit untuk perempuan-perempuan lainnya” ujar Hetifah. (*)

banner 325x300