Karya dan Gagasan

[ESAI] Langkah Partai Golkar di Era Disrupsi dalam Menghadapi Pemilu 2024

254
×

[ESAI] Langkah Partai Golkar di Era Disrupsi dalam Menghadapi Pemilu 2024

Share this article
Bendera Partai Golkar
Bendera Partai Golkar

ERA DISRUPSI merupakan suatu masa ketika perubahan terjadi tanpa diduga-duga, perubahan berdampak dalam seluruh lini kehidupan, termasuk Partai Golkar. Tatanan baru hadir untuk menggantikan tatanan lama yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan zaman. 

Sejak Indonesia dilanda wabah pandemi Covid-19 pada awal 2020, terjadi banyak perubahan dalam aspek kehidupan masyarakat. Pandemi Covid-19 mempercepat datangnya gelombang era disrupsi. Dahulu masyarakat mempunyai pilihan untuk menerima atau menolak, tapi dengan adanya wabah pandemi membuat seluruh lapisan masyarakat harus bisa menerima disrupsi tanpa ada pilihan yang lain. 

Itu artinya jika ingin tetap bertahan, masyarakat harus bisa beradaptasi sesuai perkembangan zaman dengan melakukan suatu perubahan. Salah satunya perubahan tatanan sosial, contohnya seperti tren berbelanja melalui toko online, melakukan aktivitas pekerjaan di mana saja, dan fenomena big data berdampak pada arus informasi yang semakin cepat terdistribusi serta mudah didapat. 

Disrupsi telah melahirkan suatu model sosialisasi dan interaksi yang lebih inovatif. Dalam aspek politik, disrupsi akan memicu terjadinya digitalisasi sistem politik. Oleh karena itu, disrupsi menawarkan dua opsi pilihan yang dapat menentukan arah ke depan, yaitu menerima lalu beradaptasi dengan perkembangan zaman atau memilih untuk menolak serta kemudian sirna oleh perkembangan zaman. 

Sedangkan partai politik yang mempunyai peran penting sebagai pilar demokrasi, kini terancam bahkan seakan-akan lenyap oleh perubahan zaman akibat dampak dari era disrupsi. Digitalisasi dapat merebut peran strategis partai politik, karena aspirasi publik yang selama ini diserap dan dikelola oleh partai politik bisa langsung disampaikan melalui platform digital.

Menghadapi era disrupsi yang sedang terjadi pada masa sekarang ini, berbagai macam isu timbul dan berkembang jelang pesta demokrasi di tanah air. Disrupsi pastinya akan melahirkan sebuah inovasi. 

Untuk bisa beradaptasi mengikuti perkembangan zaman, partai politik harusnya merespons era disrupsi melalui demokratisasi berbasis digital. Menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024, beberapa partai mulai melakukan langkah-langkah persiapan dan juga menyusun siasat agar mendapatkan hasil maksimal dalam ajang Pemilu tersebut. 

Akan tetapi, ada hal yang perlu disoroti penting yaitu mengenai isu yang berkembang di masyarakat. Ternyata masyarakat tidak begitu terlalu peduli dengan isu-isu politik menjelang Pemilu 2024, melainkan isu utama bagi masyarakat ialah bagaimana perekonomian dapat dibangun dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Kemudian ditambah banyak hasil sejumlah survei menunjukkan bahwa generasi Y (Milenial) dan generasi Z diprediksi menjadi kelompok pemilih dengan proporsi terbesar ketimbang generasi baby boomers pada Pemilu 2024. Generasi Y dan Z ini merupakan pemilih dengan rentang usia antara 17 – 47 tahun, dapat diyakini bahwa pemilih muda memiliki kekuatan dan pengaruh besar bagi hasil Pemilu 2024 yang nantinya berdampak pada kemajuan bangsa. 

Hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi Partai Golkar. Oleh karena itu, perlu strategi dan inovasi untuk bisa menjangkau suara para generasi muda. Akan menjadi sebuah keuntungan besar apabila partai Golkar berhasil merangkul suara-suara anak muda, tetapi perlu melakukan usaha-usaha pendekatan yang tepat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi di era digital saat ini.

Baca Juga  Mengenal Khairatun Niswa, Kader HMI Penggerak Leadership Ambidextrous

Membantu Rakyat dalam Masa Pemulihan Pasca-pandemi

Pemberdayaan UMKM oleh Partai Golkar

Pandemi Covid-19 membawa dampak negatif pada perekonomian negara, salah satunya PHK massal yang dilakukan oleh perusahaan yang mengakibatkan jumlah pengangguran dan kemiskinan yang kian bertambah akibatnya angka putus sekolah semakin meningkat di Indonesia. Partai Golkar perlu hadir dalam membantu serta memberikan solusi kepada masyarakat, karena ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk bisa berpartisipasi secara langsung agar dapat bermanfaat bagi rakyat.

Oleh karena itu, program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting untuk dijalankan pada saat ini. Para pelaku UMKM di Indonesia sedang mengalami masa sulit karena dampak dari Pandemi Covid-19. Partai Golkar harus berperan hadir dalam keikutsertaan memperkuat UMKM guna menghadapi krisis ekonomi. Pemberdayaan UMKM dapat dilakukan dalam bentuk bantuan permodalan usaha, pengembangan kemitraan serta kerja sama, pelatihan berwirausaha, dan mempromosikan produk-produk UMKM. 

Pembinaan Petani dan Nelayan oleh Partai Golkar

Para petani dan nelayan perlu dibina secara khusus oleh Partai Golkar dalam menghadapi perkembangan teknologi di era digital. Partai Golkar berperan melakukan pembinaan dalam memasarkan hasil pertanian dan tangkapan para nelayan, agar ekonomi masyarakatnya dapat berkembang. Hal ini juga merupakan salah satu langkah upaya untuk mengurangi konsumsi produk-produk negara asing, Indonesia perlu memperkuat ketahanan pangan nasional dengan suplai hasil pertanian dan perikanan dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri agar tidak perlu mengandalkan impor bahan pangan.

Membuat Platform E-commerce Pasar Murah Golkar untuk Rakyat

Pasar murah merupakan aktivitas kegiatan perdagangan komoditi konsumsi masyarakat yang dijual secara langsung, dengan diadakannya kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu rakyat dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 serta mengakomodir penjualan hasil tani, tangkapan nelayan, dan UMKM binaan partai Golkar. 

Oleh karena itu, partai Golkar perlu mempersiapkan dan membuat situs e-commerce dalam bentuk aplikasi belanja online berkonsep pasar murah guna mendukung program pemerintah dalam menangani pandemi sekaligus menjadi media kampanye bagi Golkar terhadap seluruh masyarakat. 

Golkar Lebih Dekat dengan Generasi Muda 

Memaksimalkan Instrumen Media Sosial

Media sosial sangat digemari oleh kalangan generasi muda untuk berinteraksi antara satu sama lain, bahkan menjadi tempat mempromosikan sesuatu. Platform yang sering digunakan ialah Instagram, Facebook, dan Twitter

Partai Golkar seharusnya bisa berinteraksi secara langsung dengan warganet melalui platform media sosial tersebut. Bentuk interaksi di media sosial yang sangat digemari ialah membalas komentar-komentar humor warganet, dengan itu Partai Golkar dapat terkesan terbuka dan lebih dekat dengan masyarakat. 

Secara teori, sebuah partai politik mempunyai peran menyalurkan aspirasi dan menghimpun kepentingan publik. Maka dari itu, Partai Golkar harus memaksimalkan media sosial untuk menjalankan peran tersebut.

Mensosialisasikan Pendidikan Politik Lewat Animasi Kartun

Pentingnya membangun sebuah sumber daya manusia agar sebuah negara mengalami kemajuan, salah satunya dengan membentuk karakter budaya politik sejak dini melalui tayangan pendidikan politik berupa animasi kartun yang dapat menarik perhatian para generasi muda bangsa. 

Baca Juga  Sudah Ada Museum Batik Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah

Dengan memanfaatkan media platform digital seperti YouTube dan Tiktok, tentunya Partai Golkar memiliki kesempatan serta peluang yang cukup besar untuk dapat mengedukasi para generasi muda sejak dini. Konten-konten animasi kartun yang berkualitas akan berdampak pada meningkatnya antusiasme penonton di media sosial tersebut. 

Sejalan dengan hal itu maka bisa dipastikan popularitas dan elektabilitas Partai Golkar berpeluang meningkat karena mendapatkan feedback yang positif dari para generasi muda. Sehingga pada akhirnya berpotensi menambah tingkat kesadaran politik generasi muda yang dapat dimaksimalkan partisipasinya dalam pemilihan umum.

Menyelenggarakan Turnamen dan Membentuk Tim E-sport Golkar

E-sport atau singkatan dari Elektronik Sport, merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup fenomenal di dunia. Fenomena eksistensi E-sport bahkan sampai ke Indonesia, semenjak Pandemi Covid-19 merebak membuatnya semakin populer. Banyak generasi muda yang pada akhirnya memainkan permainan elektronik, karena banyak waktu kosong untuk bermain dan berlatih. 

Antusiasme generasi muda pada E-sport sangat besar, hal ini diperkuat oleh banyaknya jumlah tayangan penonton perlombaan E-sport baik ditingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, partai Golkar dapat memanfaatkan tren yang sedang populer saat ini sekaligus menjadi media kampanye. 

Caranya dengan menyelenggarakan turnamen E- sport dalam skala daerah dan berkoordinasi dengan DPD Golkar, maupun turnamen skala nasional yang dikoordinasikan oleh DPP Golkar. Tentunya akan membawa dampak yang positif bagi Partai Golkar di mata generasi muda, karena dengan itu citra Partai Golkar terkesan lebih progresif dan lebih dekat dengan generasi muda. 

Kemudian peluang berikutnya bagi Partai Golkar ialah membentuk Tim E-sport Golongan Karya, harapannya anggota tim tersebut diisi oleh juara-juara turnamen E-sport partai Golkar. Dengan tujuan agar nantinya dapat bersaing dalam perlombaan E-sport tingkat nasional maupun internasional, yang membuat nama Partai Golkar kian mentereng di mata generasi muda Indonesia.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa adanya Pandemi Covid-19 yang menimpa Indonesia telah membawa dampak yang sangat besar, mulai dari dampak negatif perekonomian negara hingga perubahan tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Ditambah Indonesia kini menghadapi sebuah era disrupsi. 

Bukan hanya pemerintah yang berperan dalam merumuskan solusi serta menyelesaikan masalah ini, tetapi partai politik juga pun memiliki peran yang strategis dalam mendukung pemerintah. Oleh karena itu, partai politik tentunya harus memiliki ide yang inovatif dalam menghadapi era disrupsi akibat Pandemi. 

Partai Golkar sebagai salah satu partai politik peserta kontestasi Pemilu 2024 pastinya ingin mendapatkan hasil suara rakyat yang maksimal, hal tersebut bisa didapatkan apabila Partai Golkar merespons serta mengutamakan isu-isu masyarakat yang berkembang di masyarakat pasca pandemi seperti pemulihan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. 

Masyarakat perlu diberdayakan dan dibina agar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman serta mampu bertahan dalam, era disrupsi menuntut semua elemen untuk bisa berinovasi. 

Ditulis oleh Shofyan Trengganu, Mahasiswa Institute Teknologi Indonesia, Banten , Juara Favorit Essay Competition Golkar Institute Februari 2023

 

 

banner 325x300