Karya dan Gagasan

Ini 4 Jurus Jitu Agus Gumiwang Kejar Target USD5 Miliar Ekspor Furnitur dan Kerajinan

239
×

Ini 4 Jurus Jitu Agus Gumiwang Kejar Target USD5 Miliar Ekspor Furnitur dan Kerajinan

Share this article
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Foto Setkab
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Setkab

G24NEWS.TV, JAKARTA – Tahun 2022, realisasi nilai ekspor furnitur dan kerajinan dari Indonesia mencapai USD2,8 miliar.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan angka ini ditargetkan terus meningkat dan bisa mencapai USD5 miliar pada tahun 2024.

Industri furnitur dan kerajinan tidak hanya akan meningkatkan devisa negara jika dipasarkan ke luar negeri.

Namun, sebagai industri padat karya, bisnis ini juga menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi di daerah.

Bagaimana cara Pemerintah mencapai target ekspor furnitur dan kerajinan dari tahun ke tahun dengan dukungan Kementerian Perindustrian?

Agus Gumiwang Kartasasmita, salah satu Anggota Kabinet Indonesia Maju dari Partai Golkar ini, memiliki setidaknya empat jurus jitu.

Ini penjelasannya, seperti olah dari berbagai sumber di laman resmi Kementerian Perindustrian RI.

1. Memperkuat Kapasitas SDM

Upaya yang dilakukan untuk memperkuat SDM di industri kerajinan dan furnitur dari Kemenperin adalah dengan mendukung penyediaan tenaga kerja terampil.

Salah satu tempat mencetak SDM terbaik di industri furnitur melalui pendirian Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal, Jawa Tengah.

Baca Juga  Agus Gumiwang Kartasasmita Dorong Industri Furnitur Terus Berekspansi

2. Meningkatkan kemampuan teknologi

Di lini teknologi, Kemenperin telah dan sedang melaksanakan program restrukturisasi mesin/peralatan industri pengolahan kayu, salah satunya untuk industri furnitur kayu.

Output dari program ini adalah terfasilitasinya perusahaan mendapatkan potongan harga berupa penggantian (reimburse) sebagian dari harga pembelian mesin dan/atau peralatan.

Pada tahun 2023, Kemenperin kembali mengadakan program tersebut untuk semakin meningkatkan produktivitas dan daya saing industri furnitur.

3. Pengembangan desain

Kementerian Perindustrian juga gencar menjalankan program-program guna mendukung pengembangan industri furnitur.

Dalam hal pengembangan desain furnitur, Kementerian Perindustrian memfasilitasi program pengembangan konsep desain furnitur kolaborasi antara desainer furnitur dan pelaku industri.

Para peserta program akrab menyebutnya sebagai Makers and Designer Connection (MadeCon).

Kolaborasi tersebut menghasilkan karya desain furnitur yang tidak hanya mengikuti tren, namun juga sesuai dengan kemampuan produksi pelaku industri.

4. Memperluas Pasar

Kementerian perindustrian memperluas pasar untuk produk furnitur dan kerajinan di dalam dan di luar negeri.

Baca Juga  [ESAI] Menuju Pertarungan Politik 2024: Partai Politik Harus Pulang Ke Rumah Ideologis

Menghadapi tantangan dan kendala pada industri furnitur, subsektor ini harus memanfaatkan momentum pasar dalam negeri yang sebenarnya sangat ekspansif.

Hal ini juga untuk mengurangi ketergantungan akan produk impor yang mencapai USD495,7 juta di tahun 2022.

Kemenperin memiliki dua strategi dalam upaya meningkatkan daya saing industri perabotan di kancah internasional.

Pertama, upaya pengalihan pasar ekspor terdampak resesi ke pasar domestik.

Strategi ini dapat efektif mengingat konsumen dalam negeri, terutama kelas menengah, terus bertambah seiring membaiknya industri properti dan bisnis hospitality.

Ini didukung konsumsi belanja pemerintah melalui produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri, sesuai dengan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Kedua, di saat pasar tujuan ekspor tradisional saat ini masih terganggu, terutama akibat resesi, pasar non-tradisional sangat potensial untuk dikelola.

Contohnya, India dan kawasan Timur Tengah yang pertumbuhan sektor propertinya masih relatif stabil.*

Penulis: Dharma Sastronegoro
Editor: Administrator G24News

banner 325x300