HeadlinePolitik

Survei Poltracking: Prabowo-Gibran Menangkan 60,1% Suara Warga Jatim

43
×

Survei Poltracking: Prabowo-Gibran Menangkan 60,1% Suara Warga Jatim

Share this article

G24NEWS.TV, JAKARTA – Survei Poltraking Indonesia dari simulasi Surat Suara tiga pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden menunjukkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka memperoleh elektabilitas paling tinggi, yaitu 60,1% di Provinsi Jawa Timur.

Disusul oleh pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo – Mahfud MD dengan elektabilitas 17,2%, kemudian di posisi keiga pasangan no urut 1 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dengan elektabilitas 14,9%.

Hal ini ditemukan dalam Survei Poltracking Indonesia berjudul Peta Suara Pilpres di Provinsi Tertentu: Siapa Pemenang di Jawa Timur?, dikutip Rabu (7/2/2024). Survei digelar tanggal 25 hingga 31 Januari 2024.

Survei menunjukkan tren pergerakan elektoral Prabowo Subianto di Jawa Timur konsisten mengalami tren kenaikan sejak Juni 2023.

Kenaikan signifikan terjadi dari rentang September 2023 ke Januari 2024 (19.5%), di mana dalam rentang tersebut Prabowo Subianto dipastikan berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka di Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga  Relawan Golkarians for Prabowo, Minta Airlangga Hartarto jadi Cawapres 

Sedangkan tren Ganjar Pranowo relatif stabil memimpin sejak Mei 2022 hingga Juni 2023, namun disalip Prabowo Subianto pada September 2023.

Setelah September 2023 tren elektabilitas Ganjar Pranowo mengalami penurunan dari posisi 21% di Januari 2024 meski sudah dipastikan menggandeng Mahfud MD sebagai cawapres.

Tren elektabilitas Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yang naik signifikan, membuat basis pemilih ikut bergeser dibandingkan dengan September 2023.

Berdasarkan wilayah Algomerasi – Kultural, wilayah Mataraman yang awalnya menjadi basis Ganjar Pranowo bergeser ke Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Jatim Lumbung Suara

Lebih jauh, Poltracking menjelaskan Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu provinsi lumbung suara pada Pemilu langsung sejak 2004.

Sekitar lebih 15% DPT (Daftar Pemilih Tetap) nasional berada di provinsi paling timur Pulau Jawa ini.

Pada pemilu 2024, Jawa Timur menjadi wilayah sorotan dan perebutan kandidat dalam mendulang suara.  Hal tersebut disebabkan beberapa faktor.

Baca Juga  Wewenang Ombudsman Akan Diperluas, Christina Aryani Ingatkan Potensi Oknum Nakal

Pertama, Jawa Timur menjadi daerah yang sangat kompetitif bagi para kandidat calon presiden-wakil presiden menuju 2024 ini. Tidak ada kandidat yang unggul secara mutlak pada peta elektoral di provinsi ini sehingga setiap kandidat melihat peluang menggaet banyak suara.

Kedua, kultur masyarakatnya yang sangat dekat dengan organisasi Islam Nahdlatul Ulama menjadikan Jawa Timur perlu pendekatan khusus oleh kandidat agar mampu memenangkan hati para pemilih.

Ketiga, beberapa faktor tersebut menjadikan survei ini menjadi penting untuk mengukur kekuatan elektoral masing-masing kandidat di Jawa Timur. Apalagi telah memasuki masa pekan-pekan terakhir kampanye.

Survei ini memotret sejauh mana efektivitas pergerakan kandidat termasuk partai politik sehingga mampu dikonversi menjadi tingkat keterpilihan (elektabilitas).

Email: Nyomanadikusuma@esensi.tv
Editor: Lala Lala

banner 325x300