Nasional

Pertemuan Indonesia-Malaysia Harus Tingkatkan Konsistensi Perlindungan Pekerja Migran 

215
×

Pertemuan Indonesia-Malaysia Harus Tingkatkan Konsistensi Perlindungan Pekerja Migran 

Share this article
wakil rakyat golkar christina ar
wakil-rakyat-golkar-christina-ar

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo dan PM Anwar Ibrahim harus meningkatkan konsistensi pemerintah dalam memberikan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Pertemuan kedua pemimpin tersebut ada langkah maju karena tampak komitmen kuat pihak Malaysia untuk menempatkan isu perlindungan PMI jadi prioritas,” ujar Christina dalam keterangan pers, Selasa (10/1).

“Hanya saja komitmen harus diikuti sikap konsistensi, bukan saja dari Malaysia tetapi juga Indonesia (untuk melindungi PMI),” lanjut Christina.

Malaysia menurut dia berkomitmen memastikan jaminan perlindungan PMI dari segala bentuk perlakuan tidak adil, kekerasan, diskriminasi dan perlakuan tidak manusiawi lainnya.

Namun komitmen itu harus diikuti dengan sikap konsisten kedua pemimpin untuk benar-benar membenahi sistem rekrutmen hingga pemberangkatan PMI.

Baca Juga  Terbukti Korupsi Rp117 Miliar, Presiden ACT Ahyudin Kena Vonis 3,5 Tahun Penjara

Komitmen politik Anwar Ibrahim menurut Christina adalah kesempatan Indonesia untuk melakukan penataan optimal pengiriman PMI ke Malaysia termasuk implementasi “One Channel System” dalam rekrutmen dan penempatan.

“Malaysia sudah tahu ini, soal serius dan paham posisi Indonesia, jujur saja Malaysia punya ketergantungan sangat kuat pada PMI. Maka menjadi kesempatan Indonesia membenahi secara serius,” ungkap dia.

Dia menjelaskan di level implementasi dan konsistensi harus menjadi catatan serius setelah pertemuan kedua pemimpin. Menurut dia, komitmen politik sudah jelas, maka selanjutnya terkait mengawal implementasi dan konsistensi nya.

“Indonesia dan Malaysia keduanya perlu komitmen serius untuk berantas praktik mafia pengiriman PMI ilegal. Ini awal atau pangkal persoalan yang harus diselesaikan, tanpa itu maka komitmen kedua pemimpin tidak punya dampak apa-apa,” ucapnya.

Christina berharap usai pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Anwar, praktik-praktik perekrutan dan penempatan melalui agen-agen “nakal” bisa diberantas habis.

Baca Juga  Survei LSI, Airlangga Hartarto Jadi Cawapres Potensial

Menurut dia, Indonesia dan Malaysia harus sama-sama memastikan sistem perekrutan dan penempatan melalui “One Channel System” benar-benar berjalan dan tidak ada lagi jalur-jalur ilegal.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyambut baik komitmen PM Anwar Ibrahim dalam perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) dan berharap implementasi one channel system (OCS) berjalan dengan baik.

“Saya sangat berharap one channel system untuk perekrutan dan penempatan pekerja migran Indonesia benar-benar bisa kita jalankan bersama,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan resminya.

“Saya mengulangi permintaan saya mengenai pentingnya pembangunan community learning center di Semenanjung untuk memenuhi hak pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia,” lanjut dia.

 

 

banner 325x300