Olahraga

Persani gandeng dua kampus bentuk standar pemilihan atlet senam

52
×

Persani gandeng dua kampus bentuk standar pemilihan atlet senam

Share this article
Persani
Atlit senam nasional memperlihatkan medali emas yang diraihnya/IST

Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) menggandeng dua kampus atau perguruan tinggi untuk membentuk standar acuan pemilihan atlet-atlet senam berbakat yang nantinya memperkuat tim Indonesia dalam kompetisi di kancah internasional.

“Kami bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta khusus untuk talent scouting dengan membentuk suatu standar acuan memilih atlet-atlet berbakat,” kata Sekjen PB Persani Sri Sundari Kencana Ayu ketika dihubungi melalui sambungan telpon di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan langkah PB Persani dalam menyiapkan atlet-atlet muda yang dapat dibina untuk menjadi atlet senam andalan Indonesia untuk tampil dalam kompetisi di panggung internasional.

Sri Sundari menjelaskan, kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut menghasilkan sebuah tim talent scouting diketuai mantan atlet Herman Caniago yang di dalamnya melibatkan para profesor atau pakar dari kedua perguruan tinggi.

Tim tersebut, kata dia, sudah mengantongi suatu format untuk menyeleksi atlet yang tampil di ajang kompetisi tingkat nasional seperti Indonesia Open.

Kebutuhan Jangka Panjang

Para atlet berbakat dalam kompetisi itu, kata dia, akan dipilih dan dipersiapkan untuk kebutuhan jangka panjang termasuk berkompetisi di kancah internasional.

“Jadi tim talent scouting ini merancang aturan dasar atau persyaratan bagi seorang atlet untuk dibina lebih lanjut. Misalnya tinggi badan yang tidak boleh terlalu tinggi untuk mobilitas atau kelincahan, masa index tubuh, dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga  Menpora Dito Ariotedjo: Potensi Olahraga Maluku Sangat Besar

Atlet-atlet berbakat yang terpilih, kata dia, akan mendapatkan fasilitas yang selaras dengan program pemerintah dalam hal pembinaan dan regenerasi atlet.

Lebih lanjut, Sri Sundari mengatakan, upaya penyiapan atlet senam harus dilakukan dari usia dini. Oleh sebab itu, ada kompetisi seperti Indonesia Open yang diikuti atlet berusia 4-12 tahun.

Ia menambahkan, dalam program talent scouting juga mempersiapkan pengenalan kembali senam ke sekolah-sekolah dasar agar anak-anak menekuni gerakan dasar senam sebagai modal untuk menjadi atlet profesional.

“Jadi seperti zaman dulu, kita diperkenalkan lagi dengan gerakan-gerakan senam, karena kan Kemenpora juga mencanangkan bahwa senam ini harus bisa masuk ke sekolah-sekolah,” pungkasnya.

Regenerasi Atlit

Selain itu, PB Persani juga mempertahankan dua ajang kompetisi nasional untuk digelar pada tahun 2024 sebagai upaya regenerasi atlet senam di Indonesia.

Ajang Indonesia Open selalu melibatkan berbagai provinsi sehingga bisa diikuti klub-klub senam dari berbagai daerah di Tanah Air.

Kompetisi tersebut biasanya digelar pada bulan Juli setiap tahun untuk menyeleksi calon-calon atlet senam usia dini karena pelaksanaannya menerapkan kelas usia dari 4-12 tahun.

“Atlet-atlet usia dini akan dipantau di kompetisi itu, kalau klubnya dari provinsi maka kami menginformasikan ke mereka agar memantau dan membina lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga  Workout Sehat Tanpa Bayar Mahal ke Gym, Cobain HITT di Rumah!

PB Persani, kata dia, juga memilik tim sport science yang di dalamnya ada analisa perform yang menganalisa penampilan dan bakat-bakat pesenam muda.

“Misalnya dari DKI ada yang juara, kami pantau yang meraih juara itu gerakannya seperti apa, apa dari artistik, apa dari ritmik,” katanya.

Sri Sundari menjelaskan, Indonesia Open merupakan ajang kejuaraan yang menjadi momentum penting untuk regenerasi atlet karena dalam kejuaraan tersebut diikuti bibit-bibit pesenam muda dari setiap klub.

Menuju PON

Sementara itu, ajang kejuaraan nasional (kejurnas) yang diikuti pesenam junior biasanya menjadi babak kualifikasi untuk menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun Popnas.

Saat kejurnas, Sri Sundari melanjutkan, PB Persani memanggil atlet-atlet senam binaan provinsi untuk mengikuti kompetisi yang biasanya dilakukan pada bulan Oktober.

“Jadi yang terbaik di provinsi itu yang kami panggil untuk ikut kejurnas. Jadi tahapan persiapan dari provinsi dahulu,” pungkasnya.

Atlet-atlet kejurnas yang memiliki catatan hasil atau rangking bagus akan dikirim ke kompetisi yang lebih besar di tingkat nasional.

Ia berharap, upaya regenerasi dan pembinaan atlet senam melalui perhelatan kompetisi ini dapat terus berjalan untuk mencetak atlet-atlet senam yang kelak bisa mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi di panggung internasional.

 

Editor: Lala Lala/Junita Sianturi

banner 325x300