Nasional

Theo Sambuaga: Demokratisasi Partai Golkar Terus Berlanjut, Konsisten Karya Kekaryaan 

50
×

Theo Sambuaga: Demokratisasi Partai Golkar Terus Berlanjut, Konsisten Karya Kekaryaan 

Share this article
Politisi Senior Partai Golkar Theo L. Sambuaga
Politisi Senior Partai Golkar Theo L. Sambuaga menyampaikan “Kuliah Umum” tentang Sejarah Partai Golkar pada acara Executive Education Program for Young Political Leaders Golkar Institute Angkatan ke-15

G24NEWS.TV, JAKARTA – Politisi senior Theo L. Sambuaga mengatakan titik balik transformasi Golkar menjadi partai politik adalah saat menerapkan mekanisme demokratis saat pemilihan ketua umum partai.

Ini adalah bagian dari respons partai terhadap semangat reformasi politik yang terjadi pada tahun 1998. Dalam Munas 1998 pertama kali terjadi perebutan jabatan ketua antara Akbar Tanjung dan Edi Sudrajat yang dianggap merepresentasikan golongan militer dan sipil. Pemilihan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Akbar Tanjung. 

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Golkar pemilihan Ketua Umum dilakukan secara demokratis dari bawah melalui pemungutan suara voting secara langsung,” jelas Theo saat memberikan “Kuliah Umum” tentang Sejarah Partai Golkar pada acara Executive Education Program for Young Political Leaders Golkar Institute Angkatan ke-15, Selasa (27/2) di Jakarta. 

Baca Juga  Erwin Aksa: Alumni GI Mesin Penggerak Partai Golkar 

Menurut Theo, Golongan Karya, saat itu masih merupakan sekretariat bersama, didorong oleh Angkatan Darat (AD) untuk melakukan konsolidasi dan untuk menghadapi pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Konsolidasi ini berlanjut hingga pada era orde baru, Golkar selalu menjadi pemenang dalam setiap Pemilu. Namun saat itu, Golkar belum mempunyai identitas partai.

Identitas partai muncul saat era reformasi. Golkar melakukan transformasi menjadi suatu partai politik.

Mekanisme tiga jalur dalam keluarga besar Golkar, yaitu jalur ABRI (TNI), jalur birokrasi dan jalur Golkar dibubarkan.

Baca Juga  Perempuan Pembela HAM Sering Alami Kekerasan Berbasis Gender

Demokratisasi, menurut Theo berlanjut dalam tubuh Golkar dibuktikan dengan satu-satunya partai yang melakukan konvensi untuk memilih calon presiden dan wakil presiden yang akan maju dalam Pemilu. 

Menurut Theo, sejarah perjalanan partai dari masa ke masa menunjukkan bahwa Golkar memegang teguh dasar dan nilai-nilai perjuangan, yaitu meningkatkan karya dan kekaryaan untuk bangsa. Selain itu juga berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat mewujudkan masyarakat adil dan makmur. 

Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan semangat kemauan dan kemampuan kader dan organisasi Partai Golkar untuk bekerjasama dengan seluruh komponen bangsa dalam membangun membangun bangsa dan negara secara demokratis dan bermartabat.

banner 325x300