Internasional

Hari Konferensi Asia Afrika, Bukti Nyata Kontribusi Indonesia di Dunia Internasional

248
×

Hari Konferensi Asia Afrika, Bukti Nyata Kontribusi Indonesia di Dunia Internasional

Share this article
KAA ke 68
KAA ke 68

G24NEWS.TV, JAKARTA — Tanggal 18 April lalu diperingati sebagai Hari Konferensi Asia Afrika, berikut sejarah konferensi yang disebut mempersatukan bangsa-bangsa Asia dan Afrika itu.

Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung pada 18 – 24 April 1955 di Bandung yang menghasilkan Dasasila Bandung.

Tahun ini, tema yang diangkat dalam Hari Konferensi Asia Afrika ke-68 adalah “Road to 2025: Towards Stronger Asia Africa” yang merupakan bentuk pelestarian dan peringatan Semangat Bandung yang berusia 68 tahun.

Baca Juga  Hari Peduli Autisme Sedunia, Saatnya Peduli Hak Penyandang Autisme

Tak hanya tema, peringatan Hari Konferensi Asia Afrika tahun ini juga dibarengi dengan perilisan logo oleh Museum Asia Afrika.

Logo KAA ke 68
Logo KAA ke 68

 

Tahun ini, Peringatan KAA ke-68 digelar pada 17-18 April 2023 di Kompleks Gedung Merdeka Bandung dan Hotel Savoy Homann. Adapun rangkaian kegiatannya meliputi jamuan teh petang, pengibaran 109 bendera negara peserta KAA dan PBB.  Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan negara asing.

Konferensi Asia Afrika (KAA) digagas oleh pemimpin-pemimpin di negara Asia Afrika. Konferensi ini lahir dari perasaan senasib yang dialami negara-negara di kawasan Asia dan Afrika akibat Perang Dunia II pasca lahirnya dua blok kekuatan besar yang semakin memanas.

Baca Juga  Airlangga Hartarto: ASEAN Tidak boleh Jadi Proksi Kekuatan Manapun

Kemudian, perwakilan negara-negara di kawasan tersebut membentuk solidaritas Asia Afrika agar keluar dari penjajahan.

Indonesia berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika pertama di Bandung, Jawa Barat. Hal itu membuktikan Indonesia adalah bangsa yang berkontribusi nyata di dunia internasional.

 

banner 325x300