Internasional

Kelompok Hamas Ingin Rebut Kendali Atas Penjara Israel di Kota Ashkelon Dalam Serangan 7 Oktober

108
×

Kelompok Hamas Ingin Rebut Kendali Atas Penjara Israel di Kota Ashkelon Dalam Serangan 7 Oktober

Share this article
Sebuah gedung runtuh di Tepi Barat, Israel, Selasa (10/10/2023). Foto: PBB
Sebuah gedung runtuh di Tepi Barat, Israel, Selasa (10/10/2023). Foto: PBB

G24NEWS.TV, JAKARTA – Kelompok perlawanan Palestina Hamas bermaksud merebut kendali atas penjara Israel di Kota Ashkelon dalam serangan 7 Oktober untuk membebaskan ratusan warga Palestina yang ditahan di sana.

Hal itu dilaporkan oleh harian Asharq Al-Awsat yang mengutip sumber-sumber Palestina di Jalur Gaza.

Pembebasan tahanan Palestina dari penjara itu adalah salah satu tujuan utama serangan yang dilakukan sayap bersenjata Hamas, Brigade Al Qassam, kata sejumlah sumber kepada harian tersebut.

Mereka menambahkan bahwa rencana itu gagal dieksekusi akibat kesalahan pada peta. Akibatnya, para milisi Hamas malah masuk ke permukiman Israel Netiv HaAsara, bukan ke penjara, sebut laporan itu.

Baca Juga  Pengadilan Filipina Bebaskan Grup Media Rappler dari Tuduhan Penggelapan Pajak

Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan roket besar-besaran ke Israel dari Gaza dan menerobos perbatasan. Serangan itu menewaskan 1.200 orang dan Hamas menyandera 240 orang lainnya.

Seperti dilansir dari Antara yang mengutip Sputnik, Israel lalu membalas dengan serangan habis-habisan, memblokade penuh Gaza, melancarkan serangan darat di dalam wilayah kantong Palestina itu untuk “menumpas pejuang Hamas dan membebaskan sandera”.

Baca Juga  Kishore Mahbubani: Dunia akan Terguncang Akselerasi Persaingan Politik Amerika Serikat vs China

Sedikitnya 29.000 orang telah tewas di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat.

Pada 24 November, Qatar memediasi perundingan antara Israel dan Hamas untuk pertukaran tahanan dengan sandera dan gencatan senjata, yang memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza. Gencatan itu diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember.

Lebih dari 100 orang diyakini masih disandera oleh Hamas di Gaza.

Email: Dharmasastronegoro@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300