Internasional

Gempa 7,6 Skala Richter Terjadi di Jepang, Pemerintah Keluarkan Peringatan Tsunami

103
×

Gempa 7,6 Skala Richter Terjadi di Jepang, Pemerintah Keluarkan Peringatan Tsunami

Share this article
Gempa mengguncang Jepang, Senin (1/12/2023) sore. Foto: Ist
Gempa mengguncang Jepang, Senin (1/12/2023) sore. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter terjadi di Jepang bagian tengah, Senin (1/12/2024) sore dan memicu naiknya gelombang air laut setinggi sekitar 1 meter di sepanjang pantai barat Jepang dan negara tetangga Korea Selatan.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida telah menginstruksikan tim pencarian dan penyelamatan untuk melakukan segala kemungkinan untuk menyelamatkan nyawa, meskipun akses ke daerah yang terkena gempa sulit karena jalan yang diblokir.

Dalam komentarnya kepada pers sesaat setelah gempa terjadi, Kishida juga memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi bencana lebih lanjut.

“Saya mendesak masyarakat di daerah yang diperkirakan akan terjadi tsunami untuk mengungsi sesegera mungkin,” kata Kishida.

“Tsunami! Evakuasi!” peringatan kuning terang muncul di layar televisi yang menyarankan penduduk di wilayah tertentu di pantai untuk segera mengungsi dari rumah mereka.

Industri Nuklir

Gempa ini terjadi pada saat yang sensitif bagi industri nuklir Jepang, yang menghadapi perlawanan sengit dari beberapa penduduk setempat sejak gempa bumi dan tsunami tahun 2011 yang memicu krisis nuklir di Fukushima.

Baca Juga  Puteri Komarudin Ungkap Pentingnya Pendidikan Merata dan Berkualitas

Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur Ishikawa, Niigata dan Toyama.

Ini merupakan peringatan tsunami besar pertama sejak gempa bumi dan tsunami yang melanda timur laut Jepang pada Maret 2011. Sedikitnya 30 bangunan runtuh dan terbakar di Wajima, sebuah kota berpenduduk sekitar 30.000 jiwa. Gempa tersebut juga mengguncang bangunan di ibu kota Tokyo, sekitar 500 km dari Wajima.

Penyedia utilitas Hokuriku Electric Power menyebutkan lebih dari 36.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik di prefektur Ishikawa dan Toyama. Operator telekomunikasi juga melaporkan pemadaman telepon dan internet di beberapa daerah.

Kemudian, 40 jalur kereta api dan dua layanan kereta api berkecepatan tinggi ke daerah yang terkena gempa menghentikan operasinya, sementara enam jalan tol ditutup dan salah satu bandara Ishikawa terpaksa ditutup karena adanya retakan di landasan pacu.

Baca Juga  Dave Laksono Tanggapi Terbitnya Peta Standar China 2023

Maskapai penerbangan Jepang ANA menolak kembali pesawat yang menuju bandara di Toyama dan Ishikawa, sementara Japan Airlines membatalkan sebagian besar layanannya ke wilayah Niigata dan Ishikawa.

Juru Bicara Pemerintah Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan akibat gempa rumah-rumah rumah hancur, kebakaran terjadi dan personel militer telah dikirim untuk membantu operasi penyelamatan.

“Kami masih menaksir kerusakan yang terjadi,” jelas Yoshimasa Hayashi, seperti dilansir dari Reuters dan sejumlah media lokal Tokyo.

Menurut laporan stasiun televisi NTV yang mengutip Polisi setempat, seorang pria lanjut usia dinyatakan meninggal di sebuah bangunan runtuh di Kota Shika di Ishikawa.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300