Kesehatan

Tekanan Darah Tinggi Tidak Hanya Serang Orang Dewasa, Tetapi Juga Anak-anak

202
×

Tekanan Darah Tinggi Tidak Hanya Serang Orang Dewasa, Tetapi Juga Anak-anak

Share this article
Ilustrasi hipertensi. Foto: Image by Freepik
Ilustrasi hipertensi. Foto: Image by <a href="https://www.freepik.com/free-photo/high-angle-doctor-using-tensiometer_34728748.htm#query=hipertensi&position=0&from_view=search&track=sph&uuid=d0841242-944a-4dc8-af54-5bb8f2a41819">Freepik</a>

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Heru Muryawan Sp.A(K) mengingatkan bahwa penyakit tekanan darah tinggi tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Dia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor risiko hipertensi pada anak, mulai dari faktor keturunan hingga obesitas.

“Kalau faktor risiko pada anak itu keturunan misalnya kalau ada keluarganya sakit hipertensi, biasanya itu pada anak-anaknya atau keturunannya bisa, bisa iya bisa tidak. Tapi bisa terjadi hipertensi,” kata Heru dalam seminar media yang diikuti daring, Selasa (6/2/2024).

Heru mengatakan anak-anak yang memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi berisiko mengalami kondisi serupa. Selain itu, penyakit jantung bawaan, kurangnya aktivitas fisik, dan konsumsi garam, lemak, serta gula berlebihan juga dapat memicu hipertensi pada anak.

Baca Juga  Temui 23 Organisasi Kesehatan, Legislator Golkar Janji Kawal Turunan UU Kesehatan

Heru juga mengingatkan bahwa anak-anak yang mengalami obesitas memiliki kecenderungan untuk mengalami hipertensi. Begitu juga dengan anak berat lahir rendah yang kemudian diberi makanan berlebihan, hal ini dapat meningkatkan risiko hipertensi pada usia dini.

“Jadi waspada apabila ada risiko yaitu ada obesitas, ada riwayat keluarga, ada berat lahir rendah ini harus waspada,” pesan dia, seperti dilansir dari Antara.

Adapun terkait faktor penyebab, kata dia, sebanyak 97,5 persen hipertensi pada anak disebabkan karena penyakit ginjal. Sementara penyebab lainnya antara lain penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit syaraf, penyakit hormon, serta penyakit psikologis.

Kesehatan Dewasa

Tak hanya sebagai masalah kesehatan anak, hipertensi pada masa anak-anak juga dapat berdampak pada kesehatan dewasa. Heru memperingatkan bahwa jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi pada anak dapat berlanjut hingga dewasa.

Baca Juga  Merawat Alis: Rahasia Tampilan Mencuri Perhatian

Dalam menanggulangi faktor risiko, Heru menyarankan untuk melakukan modifikasi gaya hidup, seperti menurunkan berat badan untuk anak yang mengalami obesitas, mengadopsi diet rendah lemak dan garam, serta memberikan ASI eksklusif pada bayi.

“Lalu juga asupan makanan yang mengandung kalium dan kalsium. Tapi tidak usah dipikirkan karena kalau makanan itu sudah sesuai dengan makanan yang kita makan, ada lemak, ada protein, ada sayur, ada protein hewani, ada karbohidrat itu sudah cukup. Yang terakhir olahraga teratur,” pungkas dia.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300