Lifestyle

Simak 4 Jenis Sate Khas Indonesia Ini Paling Populer, Beserta Bahan-bahan Pembuatannya

223
×

Simak 4 Jenis Sate Khas Indonesia Ini Paling Populer, Beserta Bahan-bahan Pembuatannya

Share this article
Ilustrasi Sate Khas Indonesia
Ilustrasi Sate Khas Indonesia

G24NEWS.TV, JAKARTA – Apakah kamu penggemar kuliner sate? Olahan daging satu ini memang sangat banget pecintanya. Banyak jenis sate khas Indonesia dengan variasinya terkenal dengan cita rasa dan kekhasannya.

Bahkan sate menjadi makanan khas di daerah tertentu di Indonesia yang sangat populer dikalangan masyarakat.

Jenis Sate Khas Indonesia

Berikut adalah beberapa jenis sate khas Indonesia beserta penjelasan mengenai asal daerahnya yang paling ikonik.

1. Sate Madura

<yoastmark class=

Sate madura memiliki bumbu dan cita rasa yang khas dari asal daerahnya.  Sate madura sendiri biasanya terbuat dari ayam atau kambing, tinggal pilih saja sesuai selera.

Bumbu dari sate madura biasanya menggunakan campuran kacang yang ditumbuk halus petis dan juga sedikit bawang merah, tomat, irisan cabai, lalu ditaburi bumbu kecap yang juga menjadi salah satu khas dari pamekasan yang sangat nikmat untuk disantap. Api untuk memanggang sate ini terbuat dari batok kelapa yang dihanguskan terlebih dahulu (arang batok kelapa) agar cita rasa dari sate madura itu tetap terjaga kualitas rasanya.

2. Sate Padang

<yoastmark class=

Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatra Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Sate Padang menggunakan bahan daging sapi, lidah, biji atau juga jeroan (jantung, usus, dan tetelan) dengan campuran bumbu kuah kacang kental yang ditambah dengan cabai yang banyak sehingga rasanya agak pedas.

Baca Juga  Navigasi Generasi: Makna dan Macam Istilah Generasi di Era Modern

Ada hal yang membedakan tiga varian sate padang, Sate Padang Panjang dibedakan dengan kuah satenya yang berwarna kuning. Sedangkan Sate Pariaman kuahnya berwarna lebih merah. Rasa dari kedua jenis sate ini pun berbeda, untuk Sate Padang mempunyai  bermacam rasa perpaduan dari kedua jenis varian Sate Padang Panjang dan juga Sate Pariaman.

Proses pembuatan sate khas Sumatera Barat ini awalnya menggunakan daging segar yang dimasukan dalam drum besar berisi air, dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah.

Sementara bahan membuat kuah sate, masukan kuah kaldu yang dicampur dengan 19 macam bumbu rempah yang telah dihaluskan (bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan serai), lalu dicampur dengan berbagai macam cabai. Seluruh bumbu kemudian dicampur jadi satu dan dimasak kurang lebih 15 menit. Rempah-rempah inilah yang membuat cita rasa kuah Sate Padang menjadi lebih kaya rasa yang melimpah.

3. Sate Maranggi

<yoastmark class=

Sate Maranggi adalah makanan asli Sunda yang dapat ditemukan di daerah Jawa Barat, khususnya Purwakarta. Istilah Maranggi sendiri dalam bahasa Sunda merupakan istilah petukangan, yaitu “seorang ahli pembuat sarung keris”. Khas sate maranggi juga dapat dibedakan dari cara penyajian dan bahan yang digunakannya. Sate Maranggi yang terkenal adalah khas Purwakarta dan Cianjur.

Baca Juga  Awali Hari dengan 4 Langkah Smoothie yang Segar!

Berbeda dengan sate lainnya, daging Sate Maranggi harus memalui proses perendaman daging dalam bumbu (margination), sebelum dibuat menjadi sate dan dimasak. Proses pembumbuan inilah makan Sate Maranggi disajikan tanpa saus pendamping.

Adapun bumbu rendamannya sendiri terbuat dari perpaduan kecap manis dan beberapa jenis rempah, seperti jahe, ketumbar, lengkuas, kunyit, dengan sedikit cuka untuk memberikan sedikit rasa asam, bias pakai cuka lahang (cuka yang terbuat dari aren) maupun cuka dengan jenis-jenis lainnya.

4. Sate Lilit

<yoastmark class=
Sate Lilit, Sate khas Indonesia

Sate ini merupakan varian sate khas asal Bali, terbuat dari daging ayam, babi, ikan, sapi, atau bahkan daging kura-kura yang dicincang, kemudian dicampur denga parutan kelapa, santan, jeruk nipis, bawang merah, dan merica. Daging cincang yang telah berbumbu dilekatkan pada sebuah bambu, kemudian dipanggang di atas arang.

Tidak seperti sate pada umumnya yang dibuat dengan tusukan sate yang sempit dan tajam, tusuk sate lilit ini berbentuk datar dan lebar. Permukaan yang lebih luas memungkinkan daging yang di cincang untuk melekat. Istilah lilit dalam bahasa Bali dan Indonesia berarti “membungkus”, yang sesuai dengan cara pembuatan sate ini.

Itulah beberapa contoh sate khas Indonesia beserta bahan-bahan pembuatannya. Setiap jenis sate memiliki cita rasa unik dan berbeda, serta dilengkapi dangan bumbu khas dari daerahnya masing-masing.

 

banner 325x300