Lifestyle

Tradisi Angpao dalam Perayaan Imlek: Kenapa Harus Dari Yang Lebih Tua?

37
×

Tradisi Angpao dalam Perayaan Imlek: Kenapa Harus Dari Yang Lebih Tua?

Share this article
imlek
Ilustrasi perayaan imlek/Photo by RDNE Stock project: https://www.pexels.com/photo/restaurant-man-red-love-6691811/

G24NEWS.TV, JAKARTA – Setiap tahun, ketika bulan baru tiba, keluarga-keluarga Tionghoa di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Imlek dengan meriah. Di tengah gemerlap lentera merah, petasan yang bergemuruh, dan aroma makanan khas, terdapat satu tradisi yang khas dan dinanti-nantikan oleh banyak orang: pemberian angpao. Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek, dan di baliknya tersimpan latar belakang budaya yang kaya dan nilai-nilai yang menghangatkan.

 Latar Belakang Budaya Pemberian Angpao

  1. Simbol Keberuntungan dan Kebahagiaan

Angpao, atau juga dikenal sebagai angpau, adalah amplop berwarna merah yang berisi uang yang diberikan sebagai hadiah dalam perayaan Imlek. Warna merah dipercaya membawa keberuntungan dan kebahagiaan dalam budaya Tionghoa. Makanya, memberikan angpao dianggap sebagai cara untuk memberikan berkah kepada orang lain dan menyebarkan kebahagiaan di awal tahun.

  1. Penghormatan kepada Tradisi dan Keluarga

Pemberian angpao juga mencerminkan penghormatan kepada tradisi dan nilai keluarga yang kuat dalam budaya Tionghoa. Memberikan angpao kepada anggota keluarga, terutama kepada yang lebih muda, adalah cara untuk menunjukkan kasih sayang, perhatian, dan dukungan kepada mereka. Hal ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan dedikasi anggota keluarga dalam menjaga hubungan yang harmonis.

  1. Menghormati Para Tetua dan Leluhur

Selain itu, pemberian angpao juga merupakan bentuk penghormatan kepada para tetua dan leluhur. Di dalam amplop merah tersebut terkandung harapan-harapan baik untuk keselamatan, kesehatan, dan keberuntungan bagi penerima, serta rasa terima kasih atas bimbingan dan perhatian yang diberikan oleh para tetua.

Baca Juga  Ini Asal Usul dan Makna di Balik Kue Keranjang Saat Imlek

Proses Pemberian Angpao

Proses pemberian angpao memiliki aturan-aturan tertentu yang diikuti dengan penuh kecermatan. Biasanya, angpao diberikan kepada anak-anak atau mereka yang belum menikah oleh orang dewasa atau anggota keluarga yang lebih tua. Penerima angpao diharapkan untuk mengucapkan kata-kata terima kasih sebagai ungkapan penghargaan mereka.

Evolusi Tradisi Angpao

Walaupun tradisi pemberian angpao masih sangat dihormati dan dipraktikkan hingga saat ini, namun telah terjadi evolusi dalam bentuk dan konteksnya. Selain uang, sekarang juga banyak yang memberikan angpao berisi hadiah non-uang, seperti kartu hadiah atau barang-barang kecil. Selain itu, angpao juga tidak lagi hanya diberikan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh para pekerja kepada atasan atau kolega mereka sebagai ungkapan apresiasi dalam lingkungan kerja.

Baca Juga  Mengenang Jejak Kemerdekaan Indonesia, Ini 4 Rekomendasi Film Tema Perjuangan Kemerdekaan

Makna Lebih dalam di Balik Angpao

Di balik keindahan dan kemegahan dari amplop merah tersebut, terdapat makna-makna yang lebih dalam yang dapat dipetik. Pemberian angpao tidak hanya sekadar tindakan memberi dan menerima, tetapi juga merupakan sarana untuk mempererat hubungan sosial, membangun solidaritas dalam keluarga dan masyarakat, serta menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kesimpulan

Tradisi pemberian angpao dalam perayaan Imlek bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan simbol kebersamaan, penghargaan, dan harapan akan kebahagiaan dan keberuntungan di awal tahun. Di balik pemberian angpao, tersimpan nilai-nilai budaya yang kaya dan menghangatkan, serta makna-makna yang dalam bagi mereka yang merayakan. Semoga tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Imlek di masa yang akan datang.

banner 325x300