Nasional

Wujudkan Toleransi dan Moderasi, Pemuda Perlu Banyak Dialog Lintas Agama 

261
×

Wujudkan Toleransi dan Moderasi, Pemuda Perlu Banyak Dialog Lintas Agama 

Share this article
Diskusi Implementasi Moderasi Antar Sahabat (DIMAS) Anggorokresno Abiwangsa,
Diskusi Implementasi Moderasi Antar Sahabat (DIMAS) Anggorokresno Abiwangsa,

G24NEWS.TV, JAKARTA – Para pemuda lintas agama perlu sering bertemu dan berdialog untuk memperkuat moderasi beragama, ujar Anggorokresno Abiwangsa, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Jakarta Selatan. 

“Ruang-ruang pertemuan dialog lintas agama perlu semakin ditingkatkan lagi intensitasnya terkhusus bagi generasi muda, karena dengan semakin intensnya pertemuan yang bisa dilakukan akan semakin menumbuhkan rasa toleransi agama dan juga moderasi dalam hidup bermasyarakat,” ujar Anggorokresno Abiwangsa yang juga fungsionaris DPD Golkar DKI Jakarta. 

Dialog antar-iman ini kata Anggo meruntuhkan prasangka terhadap suatu agama atau kepercayaan tertentu yang berbeda, sehingga generasi muda dapat secara bijak menyikapi keberagaman. 

“Ini penting untuk menangkal polarisasi politik identitas menuju kontestasi politik pada Pemilu 2024 mendatang” lanjut Anggo. 

Menurut Anggo,  moderasi beragama penting diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, merangkul sesama sebagai manusia dengan prinsip-prinsip dalam sila ke-2 Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta sejalan dengan semangat Keuskupan Agung Jakarta yakni mewujudkan Bonum Commune (kesejahteraan bersama).

Baca Juga  Toleransi Beragama dalam Masyarakat, Apa Pentingnya Sih?

“Saya mengutip dokumen Gereja ‘Nostra Aetate’ yang menjelaskan secara spesifik tentang moderasi beragama dalam Gereja Katolik. Umat Katolik menyikapi agama-agama lain yang ada dengan penuh rasa menghargai serta menghormati kepada mereka yang berbeda sebagai sesama manusia” tuturnya. 

Diskusi Implementasi Moderasi Antar Sahabat (DIMAS) yang diselenggarakan Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Gereja St. Stefanus Cilandak mengumpulkan pemuda pemudi lintas agama di Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.  

Diskusi tersebut membahas tentang pentingnya penerapan moderasi beragama di tengah masyarakat khususnya dari sudut pandang generasi muda dalam rangka menyambut kontestasi politik tahun 2024 nanti.

Direktur Program Indonesian Conference on Religion (ICRP), Achmad Nurcholis, dalam diskusi yang sama menyampaikan bahwa generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam mengawal serta menjamin terwujudnya toleransi serta moderasi beragama di tengah masyarakat dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca Juga  Jelang Pengumuman Kartu Prakerja Gelombang 51 Buka, Ini Kelebihan Memilih Pelatihan Offline

Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari peran serta posisi strategis yang dimiliki oleh generasi muda sebagai generasi penerus bangsa ini nantinya. Dirinya pun menjelaskan bahwa toleransi harus menjadi fraternity sebagai investasi bagi masa depan bangsa.

Dedi Purnama, Sekretaris Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Selatan juga menegaskan bahwasannya dalam rangka menyambut tahun politik 2024 nanti pemuda pemudi harus bisa bersikap bijak dengan tidak berlebihan dalam menentukan sikap politiknya. Apalagi untuk hal-hal yang bersifat sensitif dan berkaitan dengan hidup beragama di tengah masyarakat. 

John Siregar (Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia DKI Jakarta) juga menegaskan bahwa dengan bijaknya sikap yang diambil oleh pemuda pemudi dalam menyikapi kontestasi pemilu tahun 2024 nanti merupakan sebuah antisipasi terjadinya benturan-benturan di tengah masyarakat.

 

 

banner 325x300