Nasional

Urgensi System Digitalisasi Perpajakan

244
×

Urgensi System Digitalisasi Perpajakan

Share this article

G24NEWS.TV, JAKARTA – Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Golkar yang juga Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng mendesak Menteri Keuangan Sri Mulyani agar menerapkan system digitalisasi perpajakan.

Ia menilai, persoalan utama mengapa para mafia pajak ini masih saja muncul dan bertebaran, karena ruang mereka beroperasi masih sangat terbuka lebar.

Salah satu celah yang paling klasik adalah masih adanya pertemuan antara wajib pajak dengan pegawai pajak alias fiskus.

Kondisi ini kata dia, adalah celah paling besar peluang terjadinya pelanggaran perpajakan khususnya di Indonesia.

“Kita masih menggunakan metode man to man, orang ketemu orang, ini penyakitnya. Kalau fiskus ketemu dengan wajib pajak, pasti akan terjadi negosiasi, apalagi wajib pajaknya tahu kalau dia punya kesalahan, ketemu fiskus yang mentalnya babak belur, ya terjadi transaksi, itu tidak bisa dihindari dan bisa terjadi kapan saja,” sebut Melchias Mekeng.

Baca Juga  Prabowo Akan Tingkatkan Kapasitas Cyber Defense Indonesia

Dia  menegaskan, harus ada pembenahan yang lebih serius.

Pasalnya, ketika sistem seperti ini masih terjadi dan ada penindakan terhadap mereka, maka kondisi tersebut akan berlanjut lagi di kemudian hari.

Karena itu, Melchias Mekeng mendorong agar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membangun sebuah sistem khusus yang berpotensi memangkas ruang gerak para mafia pajak di lingkungan kantornya, yakni digitalisasi.

Ia meminta agar Menkeu Sri Mulyani memperhatikan betul sarannya ini, sehingga ketika tidak menjadi menteri lagi, Sri Mulyani bisa meninggalkan legacy yang baik untuk penerusnya nanti.

Baca Juga  David Reeve, Associate Professor UNSW Australia Bicara Tentang Transformasi Golkar di Golkar Institute

Melchias Mekeng menyebut sarannya itu penting agar wajah Kementerian Keuangan khususnya di Dirjen Pajak maupun Dirjen Bea Cukai tidak tercoreng lagi dengan ulah para oknum pegawainya yang tidak memiliki moralitas di dalam menjalankan tugasnya.

“Kasihan dengan para pegawai pajak dan lain-lain yang masih memiliki integritas yang baik harus terdampak negatif akibat ulah teman-teman seprofesinya. Pegawai pajak yang baik dan bener-bener (bekerja) itu banyak. Tapi mereka akibatnya perbuatan RAT muka mereka tercoreng semua termasuk muka ibu Menteri tercoreng,” ujarnya.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

 

banner 325x300