Nasional

UNESCO Dikabarkan Ancam Cabut Status Global Goepark Danau Toba

202
×

UNESCO Dikabarkan Ancam Cabut Status Global Goepark Danau Toba

Share this article
Salah satu pintu masuk ke Danau Toba di Desa Parapat, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Foto: Setkab
Salah satu pintu masuk ke Danau Toba di Desa Parapat, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Foto: Setkab

G24NEWS.TV,  JAKARTA – UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) memberikan kartu kuning terhadap Kawasan Danau Toba yang menjadi salah satu Global Geopark di dunia.

Kartu kuning ini artinya, Danau Toba bisa terancam disahkan menjadi Global Geopark jika tidak segera melakukan perbaikan untuk mendapatkan status Global Geopark.

Namun, meski memberikan peringatan organisasi Internasional yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan ini masih memberikan waktu berbenah kepada Toba selama dua tahun ke depan.

Peringatan juga diberikan kepada lima calon Global Geopark lainnya di beberapa negara.

Kejar Ketertinggalan

Adapun ketidaksiapan Danau Toba yang perlu segera diperbaiki, antara lain kurangnya sumber daya manusia (SDM), kebersihan hingga kondisi perekonomian masyarakat di tempat itu.

Baca Juga  Firman Soebagyo Minta Data Pertanian Segera Dievaluasi

Merespons hal ini, Jimmy Bernando Panjaitan, Direktur Badan Otorita Danau Toba (BPODT), mengatakan pihaknya akan segera berbenah untuk mengejar ketertinggalan memenuhi standar UNESCO.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan peringatan ini diharapkan dapat menjadi teguas bagi semua pihak untuk memastikan Danau Toba dikelola sesuai standar.

Dengan demikian, ujarnya, proses Danau Toba menjadi UNESCO Global Geopark dapat terwujud.

15 Destinasi Calon Global Geopark

Lima belas Geopark Global baru yang ditetapkan UNESCO, termasuk lima di Asia dan Pasifik, disetujui pada 10 Juli 2020 pada Sesi ke-209 pertemuan Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis.

Baca Juga  PPKM Dicabut, DPR Apresiasi Keberhasilan KPC-PEN Kendalikan Pandemi Covid-19  

Seperti dilansir dari laman resmi UNESCO, lima calon geopark di Asia adalah Xiangxi UNESCO Global Geopark di China. Zhangye UNESCO Global Geopark di China.

Kaldera Toba UNESCO Global Geopark di Indonesia. Kemudian, Geopark Global UNESCO Sungai Hantangang di Korea Selatan, serta Geopark Global UNESCO Dak Nong di Vietnam.

Penambahan baru ini menjadikan daftar Jaringan Geopark Global UNESCO menjadi 161 di 44 negara.

Penunjukan Geopark Global UNESCO bertujuan untuk melindungi keanekaragaman geo bumi serta secara aktif terlibat dengan komunitas lokal melalui geowisata.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

 

banner 325x300