Video

Tokoh Golkar, Jusuf Kalla Ingatkan Pentingnya Intelektual dan Pengalaman Bagi Pemimpin

218
×

Tokoh Golkar, Jusuf Kalla Ingatkan Pentingnya Intelektual dan Pengalaman Bagi Pemimpin

Share this article
tokoh golkar jusuf kalla ingatka
tokoh-golkar-jusuf-kalla-ingatka

JUSUF Kalla, Mantan Wakil Presiden RI sekaligus Politisi Senior Partai Golkar memberikan kuliah singkat kepada para peserta Golkar Institute.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla membagikan pengalamannya selama menjadi pemimpin saat di Partai Golkar maupun saat menjabat sebagai Wakil Presiden RI selama 2 periode.

Kepada para peserta pelatihan “Executive Education Program For Young Political Leaders”, ia menyampaikan untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki kemampuan intelektual, mampu berdiskusi dan mendengarkan, serta konsisten dengan keputusannya.

“Sebagai pemimpin personalitynya harus bisa dihargai. Punya kemampuan intelektual yang baik. Punya pengalaman, jangan nanti jadi presiden baru cari pengalaman,” ujar Kalla.

Baca Juga  Media Sosial Bikin Komunikasi jadi Cepat dan Transparan

“Pemimpin itu mengambil keputusan cepat dan tepat serta berani mengambil resiko”, lanjutnya.

Tak hanya itu, JK juga menceritakan tentang awal dirinya meniti karir politik hingga sekarang. Ia mengaku bahwa sejak mahasiswa, dirinya merupakan aktivis mahasiswa.

“Saya awalnya di politik, Anggota DPRD. Kemudian saya menjadi Anggota MPR. Selalu utusan daerah. Setelah Anggota MPR, saya jadi Menteri. Setelah jadi Menteri, naik sedikit jadi Menko (Menteri Koordinator). Setelah itu jadi Wapres” begitu Kalla memaparkan karir politiknya.

“Saya Anggota Golkar yang paling tua. Waktu itu jadi pengurus pemuda Golkar tahun 1965. Waktu itu masih Sekber Golkar”, lanjutnya lagi.

Baca Juga  Ketum Golkar Airlangga Hartarto Dorong Digitalisasi Ekonomi Indonesia

Dalam pelatihan tersebut, Jusuf Kalla juga menerima pertanyaan terkait alasan mengapa orang lain bisa begitu loyal terhadapnya.

“karena saya juga loyal sama dia, jadi yang pertama loyal kepada negara, baru loyal kepada saya” jawab Kalla.

Lebib lanjut, ia juga mengatakan selama 35 tahun menjadi pimpinan perusahaan, hal yang paling sulit ia lakukan adalah memecat orang.

“Memecat orang itu, paling susah lakukan,” pungkasnya.

Di depan para peserta Golkar Institute, Jusuf Kalla menceritakan pengalamannya sebagai “Juru Damai” dalam beberapa konflik di Indonesia, seperti Aceh, Ambon, Poso hingga konflik internasional.

banner 325x300