HeadlinePolitik

TKN Prabowo-Gibran Gelar Konsolidasi Bertajuk Waktunya Indonesia Maju

77
×

TKN Prabowo-Gibran Gelar Konsolidasi Bertajuk Waktunya Indonesia Maju

Share this article
Prabowo-Gibran Harapan Baru Masyarakat Banyumas
Prabowo-Gibran Harapan Baru Masyarakat Banyumas

G24NEWS.TV, JAKARTA – Koalisi Indonesia Maju (KIM) menggelar konsolidasi pemenangan Prabowo-Gibran bertajuk “Waktunya Indonesia Maju”, di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/12/2023).

Acara itu dihadiri oleh Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Airlangga Hartarto, serta para elit partai beringin.

Hadir pula para Ketua Umum partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendampingi pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Dalam konsolidasi ini, capres dan cawapres Prabowo-Gibran, memberikan pidato gagasan politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk membuat negara Indonesia menjadi lebih hebat, selain itu juga turut menyampaikan pandangan dan gagasan terkait visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Baca Juga  Sekar Tanjung: Partai Golkar Cocok untuk Anak Muda 

8 Tantangan Strategis

Dalam menyusun visi, misi, dan program periode 2024-2029, Prabowo dan Gibran mempertimbangkan delapan (8) tantangan strategis yang dihadapi Bangsa Indonesia.

Pertama, perubahan iklim. September 2023 adalah waktu terpanas dalam catatan sejarah bumi. Perubahan iklim bisa menyebabkan kekeringan dan hujan ekstrem yang menurunkan produksi pangan.

Kedua, konflik bersenjata di Ukraina dan Palestina. Konflik ini kata dia, bisa meningkatkan harga pangan dan harga energi karena mengganggu kelancaran rantai pasok global.

Tantangan ketiga, kata Rosan, potensi konflik bersenjata di Laut Natuna Utara. Rivalitas antara dua negara adikuasa atas Taiwan bisa mengancam kelancaran rantai pasok pangan, energi, dan perdagangan yang melewati Arus Lintas Laut Indonesia dan Laut Natuna Utara.

Baca Juga  Unggul di Survei Bacawapres, Ridwan Kamil Komitmen Fatsun Politik, Patuh Arahan Airlangga Hartarto

Keempat, pelemahan ekonomi global. Pelemahan ekonomi dan kemungkinan resesi negara-negara maju menekan laju permintaan produk ekspor Indonesia.

Kelima, disrupsi kecerdasan buatan. Mengapa ini masuk dalam program visi misi Prabowo-Gibran?

Keenam, lanjut Rosan, munculnya ancaman pandemi baru. Hal ini disebabkan meningkatnya suhu bumi sehingga membuka kemungkinan aktifnya kembali virus-virus dari masa lalu. Sehingga dapat menyebabkan merebaknya pandemi baru tidak hanya untuk manusia, tetapi juga hewan, dan tumbuhan.

Dan, tantangan terakhir atau kedelapan adalah meningkatnya populasi. Dibutuhkan tambahan 56% produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan 10 miliar populasi dunia di 2050.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala lala

banner 325x300