Politik

Survei Poltracking: Golkar Konsisten Masuk 3 Partai Terbesar di Indonesia

155
×

Survei Poltracking: Golkar Konsisten Masuk 3 Partai Terbesar di Indonesia

Share this article
Ilustrasi Pemilu. Foto: Ist
Ilustrasi Pemilu. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – PDI Perjuangan, Gerindra dan Partai Golkar konsisten menjadi partai terbesar di Indonesia berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia terbaru.

Survei Poltracking Indonesia dilakukan periode 3 hingga 9 September 2023, untuk mengetahui kekuatan politik elektoral menuju pendaftaran capres – cawapres 2024, serta persepsi dan perilaku pemilih menjelang Pemilu 2024.

Pada simulasi surat suara 18 partai politik yang akan ikut kontestasi pada Pemilu 2024, PDI Perjuangan memperoleh elektabilitas (24,4%), diikuti Partai Gerindra (16,7%) dan Partai Golkar (10,1%).

Disusul PKB (9,3%), Partai NasDem (9,1%), Partai Demokrat (6,9%), PKS (5,3%) dan PAN (4,3%).

Dalam keterangannya, dikutip Senin (9/10/2023), Poltracking Indonesia menyebutkan suksesi kepemimpinan nasional menjadi salah satu isu krusial yang menarik perhatian publik.

Dinamika dan atraksi politik kandidasi menuju pendaftaran semakin semarak.

Baca Juga  Soal Ndasmu Etik, Prabowo: Jangan Dibesar-besarkan, Hanya Candaan di Internal Keluarga Gerindra

Setidaknya dua hal berikut menjadi penanda penting.

Pertama, geliat pergerakan politik para elite dalam mengumpulkan boarding pass/tiket pencalonan dengan membangun komunikasi politik kepada partai politik sebagai pemegang tiket.

Kedua, kandidat yang ingin ikut berkontestasi semakin masif melakukan komunikasi publik guna meningkatkan elektabilitas, melalui berbagai kegiatan politik ataupun pemasangan atribut kampanye Pilpres 2024.

Partai politik sebagai pemegang tiket pasti punya target menang dan mendapat limpahan elektoral karena Pilpres dan Pileg dilaksanakan serentak.

Begitupun, pemilih sebagai pemegang suara, berkepentingan untuk mendapatkan menu Capres-Cawapres berkualitas, melalui tampilnya figur-figur kapabel dengan rekam jejak dan integritas yang teruji.

Pada konteks ini, survei menjadi penting dilakukan untuk membaca peta pergerakan elektoral para kandidat, sekaligus membaca kehendak pemilih terhadap alternatif figur yang disuguhkan oleh elite politik sebagai kandidat Capres dan Cawapres 2024.

Baca Juga  Christina Aryani Berharap Evakuasi 850 WNI Dari Sudan Berjalan Lancar

32,7% Respondens Tidak Akan Memilih

Sementara itu, pada kemantapan pilihan, sebanyak (50,2%) mengatakan masih mungkin mengubah pilihan, sedangkan (32,7%) mengatakan tidak akan mengubah pilihan.

Sedangkan pemilih akan memantapkan pilihan pada hari H (pelaksanaan) pemilihan (28,1%), diikuti saat penetapan resmi kandidat (23,5%), pada pada masa kampanye (19,7%) dan pada masa tenang kampanye (10,6%).

Survei dilakukan terhadap 1.220 reaponden, yaitu Warga Indonesia yang sudah memiliki hak pilih berusia 17 tahun ke atas dan yang berusia di bawah 17 tahun tetapi sudah menikah.*

Email: Nyomanadikusuma@G23 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300