HeadlineNasional

Survei: Rakyat Ingin Pilih Calon Anggota Legislatif Secara Langsung

223
×

Survei: Rakyat Ingin Pilih Calon Anggota Legislatif Secara Langsung

Share this article
Apa Itu Pemilih dalam Pemilu

G24NEWS.TV, JAKARTA – Survei Indikator Politik Indonesia menemukan mayoritas warga atau 80,6 persen responden ingin memilih anggota legislatif secara langsung dalam Pemilu, bukan hanya mencoblos tanda gambar partai

“Sedangkan, warga yang menginginkan hanya memilih partai, calon anggota DPR ditentukan oleh pemimpin partai, bukan oleh pemilih secara langsung, sekitar 11,9%,” tulis hasil survei yang dirilis Minggu (26/3/2023).

Sistem proporsional terbuka dalam pemilihan umum (Pemilu) diatur dalam Pasal 168 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilihan Umum.

UU menyebutkan pemilih bebas memilih wakilnya yang akan duduk di legislatif secara langsung dan dapat terus mengontrol orang yang dipilihnya.

Survei dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia selama Februari hingga Maret 2023.

Selain sistem pemilihan peserta  Pemilu, Indikator Politik Indonesia juga melakukan survei untuk beberapa isu, seperti kinerja kabinet dan masa jabatan Kepala Desa.

Baca Juga  KPU Gelar Rakor Tingkatkan Keterampilan Hadapi Sengketa Hukum

70% Responden Setuju Masa Jabatan Kades Diperpanjang

Hasilnya, lebih dari 70% warga tidak setuju jika masa jabatan Kepala Desa diperpanjang menjadi 9 tahun dari 6 tahun.

Kemudian, mayoritas warga tidak setuju jika ongkos ibadah haji dinaikkan sebanyak 85,6%.

Untuk isu perombakan kabinet, pada dasarnya mayoritas warga setuju jika Presiden Joko Widodo harus melakukan perombakan kabinet, yaitu 54,5%.

Selain itu, hasil survei menunjukkan, lebih dari 70% warga tidak setuju jika masa jabatan Kepala Desa diperpanjang menjadi 9 tahun dari 6 tahun.

Isu tuntuan perpanjangan masa jabatan yang disampaikan oleh kepala desa ini diketahui oleh sekitar 41,6%.

Hasil survei memberi gambaran tentang pilihan warga dalam konteks Pemilu 2024, serta sikap mereka terhadap berbagai isu.

Hasil survei dapat menjadi bahan rujukan untuk para pengambil keputusan yang berkaitan dengan pilihan politik dan isu publik tersebut.

Baca Juga  Agung Widyantoro Minta Kepala IKN Aktif Beri Laporan Kemajuan

Populasi yang ditanya adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum.

Responden adalah warga yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei Periode 9-16 Februari 2023 jumlah sampel sebanyak 1.220 orang.

Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei yang digelar selama 12 hingga 18 Maret 2023 jumlah sampel sebanyak 800 orang.

Sampel berasal dari hampir semua Provinsi yang terdistribusi secara proporsional dan merupakan potensial pemilih dalam Pemilu 2024.*

Email: Nyomanadikusuma@g24news.tv
Editor: Lala Lala

banner 325x300