HeadlinePolitik

Survei Indometer Tunjukkan Elektabilitas Prabowo-Gibran Stabil di Kisaran 50%

100
×

Survei Indometer Tunjukkan Elektabilitas Prabowo-Gibran Stabil di Kisaran 50%

Share this article
Capres dan cawapres 2024 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam debat Pilpres ketiga di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2023). Foto: IG prabowo
Capres dan cawapres 2024 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam debat Pilpres ketiga di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2023). Foto: IG prabowo

G24NEWS.TV, JAKARTA – Temuan survei Indometer menunjukkan elektabilitas pasangan calon presiden nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tampak mulai stabil memasuki dua pekan masa kampanye, dengan mencapai 50,8 persen.

“Elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran mulai stabil pada kisaran 50 persen lebih, sehingga dipastikan Pilpres berjalan hanya satu putaran,” ungkap Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer Leonard SB dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, pada Sabtu.

Angka tersebut naik tipis dari survei bulan November 2023 yang juga menembus 50,1 persen, setelah sebelumnya masih tercatat sebesar 45,3 persen pada Oktober. Menurut paparannya, bila tidak ada perubahan yang signifikan, Pilpres 2024 dipastikan bakal berlangsung hanya dalam satu putaran.

Menurut Leonard, dukungan terhadap Prabowo-Gibran mengalami peningkatan dibandingkan pada awal keduanya mulai dipasangkan menjelang pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal serupa tidak dialami oleh capres Ganjar Pranowo dan cawapresnya Mahfud MD, yang mengalami penurunan elektabilitas, dari capaian 32,8 persen pada Oktober, elektabilitas Ganjar-Mahfud turun menjadi 25,8 persen (November) dan kini tersisa 21,2 persen.

Baca Juga  WhatsApp Channels Diharapkan Dapat Kurangi Penyebaran Hoaks

Elektabilitas Anies dan Cak Imin

Sebaliknya dengan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang justru meningkat elektabilitasnya dan kini unggul tipis terhadap Ganjar-Mahfud. Naik dari 15,6 persen (Oktober) menjadi 18,7 persen (November), Anies-Cak Imin kini menyodok hingga 22,0 persen.

“Selama ini Anies selalu menempati posisi juru kunci dalam pertarungan segitiga menghadapi Prabowo dan Ganjar, tetapi dalam perkembangan terbaru pasangan yang mengusung jargon perubahan itu berpotensi menjadi runner-up dalam Pilpres 2024,” jelas Leonard.

Lebih lanjut, Leonard menjelaskan menurunnya elektabilitas Ganjar-Mahfud bisa dijelaskan dari sulitnya pasangan tersebut menawarkan gagasan di tengah kontestasi antara visi keberlanjutan dari kubu Prabowo-Gibran dan wacana perubahan yang digaungkan Anies-Cak Imin.

Baca Juga  Viral Prabowo Bilang "ndasmu etik", Dahnil Anzar: 1.000% Bercanda di Internal Gerindra

Hal tersebut tercermin dalam debat pertama yang digelar KPU, di mana Prabowo tampak memposisikan diri sebagai capres petahana yang mendukung dilanjutkannya program-program Jokowi. Anies dengan retorikanya terus menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintahan.

“Ganjar yang berada di tengah-tengah tidak bisa menawarkan gagasan benar, apakah bakal tegas melanjutkan program Jokowi atau melancarkan kritik ala oposisi,” lanjut Leonard. Sebagai catatan, Ganjar-Mahfud diusung oleh PDIP yang notabene adalah bagian dari pemerintahan.

“PDIP sendiri menjadi partai pemenang selama dua pemilu berturut-turut, tetapi gayanya justru seperti oposisi terhadap Jokowi,” ujar Leonard. Serangan yang dilontarkan kubu Ganjar dan PDIP terhadap Jokowi semakin keras sejak pasangan Prabowo-Gibran melaju ke Pilpres. (ANTARA)

Email: Nyomanadikusum@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300