Politik

Survei Indikator: Basis PKB, Gerindra dan Golkar Jatim Dukung Prabowo

165
×

Survei Indikator: Basis PKB, Gerindra dan Golkar Jatim Dukung Prabowo

Share this article
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, berfoto bersama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB Cak Imin,di Gedung Proklamasi, Menteng, Jakpus, Minggu (13/8/2023). Foto: golkar.indonesia
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, berfoto bersama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB Cak Imin,di Gedung Proklamasi, Menteng, Jakpus, Minggu (13/8/2023). Foto: golkar.indonesia

G24NEWS.TV, JAKARTA – Hasil survei Indikator menunjukkan dari partai dengan dukungan lebih dari 4%, basis PDIP dan Demokrat lebih banyak mendukung Ganjar, sementara basis PKB, Gerindra dan Golkar lebih banyak mendukung Prabowo.

Sementara itu, dari hasil survei yang sama, pada simulasi tiga nama, Ganjar 43,9% unggul dari Prabowo 33,8% dan Anies 14,4%, sekitar 8% belum menunjukkan pilihan.

Survei dilakukan oleh lembaga Indikator soal Signifikansi NU dan Peta Elektoral Jelang Pemilu 2024 di Jawa Timur. Hasilnya, dirilis hari ini, Minggu (1/10/2023).

Jawa Timur, salah satu provinsi di Pulau Jawa dengan potensi pemilih sekitar 16% dari  total pemilih di Indonesia. Besarnya potensi pemilih di Jawa Timur ini menjadi daya tarik tersendiri terutama menjelang Pemilihan Umum Presiden.

Berdasarkan hasil empat Pilpres sejak 2004 hingga 2019, pemenang Pilpres selalu merupakan pasangan yang juga unggul di Jawa Timur selain di wilayah potensial lain. Artinya, Jawa Timur merupakan salah satu kunci kemenangan dalam Pilpres.

Baca Juga  Kampanye Akbar Bertajuk “Pesta Rakyat Untuk Indonesia Maju” Dihadiri Lebih Dari 600.000 Orang

Untuk memenangkan Pilpres, tidak bisa tidak, pasangan calon dan timnya harus memperhitungkan Jawa Timur sebagai salah satu prioritas.

Berbicara mengenai perilaku memilih di Jawa Timur, tidak bisa dilepaskan dari organisasi massa terbesar di Indonesia: Nahdlatul Ulama (NU).

Jawa Timur sejak dulu merupakan basis NU, dan arah dukungan NU turut menentukan pilihan warga Jawa Timur. Meski seringkali NU tidak secara resmi mendukung salah satu pasangan dalam Pilpres, namun warga membaca keberpihakan para kyai NU dan menjadikannya salah satu pertimbangan dalam memilih.

Mengetahui kecenderungan tersebut, para calon pun berebut dukungan NU menjelang pemilu, baik dengan mengusung calon berlatar belakang NU atau mengunjungi para kyai NU untuk menunjukkan kedekatan, dengan harapan gerbong kyai NU akan ikut tergerak untuk mendukung calon tersebut.

Hasil survei diharapkan dapat memberi gambaran tentang peta elektoral di Jawa Timur, dan pengaruh NU dalam perilaku memilih di sana. Hasilnya dapat menjadi bahan kajian bagi para pengambil keputusan, khususnya yang terkait dengan politik di Jawa Timur.

Baca Juga  Dari Sumut, Prabowo Lanjut Kampanye ke Bandung

Metode Survei

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Jawa Timur yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1810 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1810 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2.4% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel berasal dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang terdistribusi secara proporsional. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

 

banner 325x300