Politik

Soal Wacana Debat Capres di Kampus, Jubir Golkar Dukung Penuh

250
×

Soal Wacana Debat Capres di Kampus, Jubir Golkar Dukung Penuh

Share this article
Tantowi Yahya
Soal Wacana Debat Capres di Kampus, Jubir Golkar Dukung Penuh

G24NEWS.TV, JAKARTA – Juru Bicara (Jubir) Partai Golkar Tantowi Yahya mendukung soal wacana debat capres di kampus-kampus. Hal ini lantaran capres dan cawapres perlu diuji wawasan dan pemikirannya.

“Saya mendukung soal wacana debat capres dan cawapres di kampus, di samping debat publik yang selama ini dilakukan. Wawasan, program, dan visi kepemimpinan capres dan cawapres harus diuji di depan masyarakat ilmiah yang kritis,” kata Tantowi Yahya dalam keterangan resminya, dilansir Antara, Jumat (17/3).

Lebih jauh Tantowi menilai, forum uji kapasitas capres-cawapres di depan akademisi perguruan tinggi perlu dilakukan supaya rakyat mengetahui kapasitas dan kompetensi mereka jika menjadi pemimpin nasional.

Baca Juga  Legislator Golkar Imbau Masyarakat Cegah Hoaks

“Rakyat butuh pemimpin yang benar-benar mampu, bukan yang dikemas seolah mampu. Oleh karenanya, Saya mendukung wacana debat capres dan cawapres di kampus, di samping debat publik yang selama ini dilakukan. Wawasan, program, dan visi kepemimpinan capres dan cawapres harus diuji di depan masyarakat ilmiah yang kritis,” kata Tantowi Yahya.

Senada dengan Tantowi Yahya, politikus Partai Demokrat Bambang Purwanto juga sepakat dengan wacana tersebut. Namun, Bambang menekankan pentingnya pihak akademisi yang tidak memiliki conict of interest alias harus netral.

Baca Juga  Prabowo Tak Lakukan Persiapan Khusus Jelang Debat Capres

“Sangat setuju (capres-cawapres diuji di kampus). Sudah waktunya capres-cawapres diuji oleh akademisi. Tapi syaratnya, harus akademisi yang netral, jangan pula pesanan,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, capres-cawapres yang akan bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 harus siap untuk mengeluarkan ide atau gagasan-nya di kampus. Apabila ada capres-cawapres yang tidak berani diuji di kampus, sambung anggota Komisi IV Fraksi Demokrat ini, artinya tidak siap mencalonkan diri menjadi pemimpin nasional.

“Kalau ada capres-cawapres tidak siap (jadi capres-cawapres), pasti tidak berani tampil di kampus,” ujarnya.*

Email: NyomanAdikusuma@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300