Nasional

Selamat Ulang Tahun, Jakarta! Mari Rayakan Keberagaman dan Karya untuk Nusantara

285
×

Selamat Ulang Tahun, Jakarta! Mari Rayakan Keberagaman dan Karya untuk Nusantara

Share this article
Logo HUT Jakarta ke-496
Logo HUT Jakarta ke-496

G24NEWS.TV, JAKARTA –– DKI Jakarta, ibu kota Indonesia yang kaya keberagaman, kembali memasuki tahun baru dalam perjalanan sejarahnya yang megah.

Sejak didirikan pada tahun 1527, Jakarta telah menjadi pusat kehidupan politik, ekonomi, budaya, dan sosial di Indonesia.

Pada 22 Juni, warga Jakarta dan seluruh Indonesia bersama-sama memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta yang ke-496 dengan semangat dan kegembiraan.

HUT Jakarta ke-496 ini menandai perjalanan panjang ibu kota Indonesia ini dalam membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik.

Tiap tahun Jakarta terus bertransformasi menjadi kota metropolitan modern yang mencerminkan keberagaman budaya, inovasi teknologi, dan kehidupan masyarakat yang dinamis.

Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mengusung tema HUT ke-496 DKI Jakarta yakni “Jadi Karya untuk Nusantara”. Tema ini diambil sebagai amplifikasi slogan “Sukses Jakarta untuk Indonesia”.

Tema ini ingin menegaskan kesiapan Jakarta mengoptimalisasi seluruh sumber daya demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta pemantik kemajuan bagi daerah lain di Indonesia.

Baca Juga  Hetifah Harap Pemerintah Fokus pada Kemerdekaan Guru

Jakarta Kota Penting Sejak Awal Berdiri

Sejarah Jakarta bermula dari  pelabuhan kecil di sungai Ciliwung sekitar 500 tahun yang lalu. Lama-kelamaan, pelabuhan kecil itu berkembang menjadi pusat perdagangan Nusantara, hingga akhirnya dikenal oleh dunia.

Di sepanjang Sungai Ciliwung ada banyak prasasti yang membuktikan rekam jejak Jakarta sebagai kota perdagangan penting di Nusantara.

Pengembara Eropa pada abad ke-16, juga mencatat tentang Jakarta.

Saat itu, Jakarta dikenal dengan Kalapa, pelabuhan penting Kerajaan Sunda, hingga kita kini mengenal Pelabuhan Sunda Kelapa.

Pelabuhan ini berkembang menjadi pusat perdagangan bangsa Eropa yaitu Portugis. Pangeran

Fatahillah kemudian menyerang pelabuhan itu pada 1527 dan mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

Serangan itu terjadi pada 22 Juni 1527 dan ditetapkan sebagai hari kelahiran Kota Jakarta.

Baca Juga  Ketua Satkar Ulama Jaksel: Kepemimpinan Dzulfikar Ahmad di Pemuda Muhammadiyah Harus Bisa Dengar Aspirasi Rakyat 

Perdagangan dan pergaulan internasional terus berkembang, hingga pada abad ke-16 VOC datang. VOC adalah perusahaan dagang yang mendapat mandat penuh dari Kerajaan Belanda mengembangkan bisnis hingga memiliki tentara sendiri.

VOC kemudian mengambil alih Jayakarta dan mengganti namanya menjadi Batavia, nama nenek moyang bangsa Belanda yaitu Batavieren.

Batavia mulai menjadi pusat pergerakan nasional di awal abad ke-20 yang ditandai Kongres Pemuda Kedua tahun 1928.

Sejak dimulainya pendudukan Jepang di Indonesia akibat Perang Dunia II pada tahun 1942-1945, Batavia berganti nama menjadi Jakarta, atau Jakarta Tokubetsu Shi.

Sejak Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1945, Jakarta menjadi pusat kegiatan politik dan pemerintahan, yang kemudian secara resmi menjadi Ibu Kota Negara pada tahun 1966.

Sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta berkembang pesat dengan dibangunnya lokasi bisnis, akomodasi, hingga kedutaan besar bagi negara sahabat.

 

banner 325x300