Nasional

Sejarah Berdirinya Golkar, Dari Sekretariat Bersama hingga Partai Besar di Tanah Air

236
×

Sejarah Berdirinya Golkar, Dari Sekretariat Bersama hingga Partai Besar di Tanah Air

Share this article
Sejarah Berdirinya Golkar Hingga Menjadi Salah Satu Partai Besar di Tanah Air
Sejarah Berdirinya Golkar Hingga Menjadi Salah Satu Partai Besar di Tanah Air

G24NEWS.TV, JAKARTA – Berikut sejarah berdirinya Partai Golkar mulai dari sekretariat bersama hingga menjadi partai besar di Indonesia.

Sejarah Partai Golkar atau Golongan Karya bisa dilacak dari kolaborasi gagasan tiga tokoh penting tanah air, Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara. Ketiganya, mengajukan gagasan integralistik-kolektivisme sejak 1940, saat itu, gagasan tiga tokoh ini mewujud dengan adanya Golongan Fungsional.

Dari nama ini, kemudian diubah dalam bahasa Sansekerta sehingga menjadi Golongan Karya pada 1959. Hingga kini, Golongan Karya dikenal dalam dunia politik nasional sebagai Golkar. Pada dekade 1950-an, pembentukan Golongan Karya semula diorientasikan sebagai perwakilan dari golongan-golongan yang ada di tengah masyarakat.

Perwakilan ini diharapkan bisa merepresentasikan keterwakilan kolektif sebagai bentuk ‘demokrasi’ yang khas Indonesia. Wujud ‘demokrasi’ inilah yang kerap disuarakan Bung Karno, Prof Soepomo, maupun Ki Hadjar Dewantara.

Pada awal berdiri, Golkar bukan mewujud sebuah partai, melainkan perwakilan golongan. Ide awal Golkar yaitu sebagai sistem perwakilan (alternatif) dan dasar perwakilan lembaga-lembaga representatif.

Baca Juga  Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu, Partai Golkar: Tetap Fokus pada Pemenangan

Tahun 1957 adalah masa awal berdirinya organisasi Golkar. Pada waktu itu sistem multipartai mulai berkembang di Indonesia. Golkar sebagai sebuah alternatif merupakan organisasi yang terdiri dari golongan-golongan fungsional.

Golkar juga memiliki tujuan untuk membangun organisasi masyarakat atau ormas. Golkar beralih menjadi sebuah partai politik ketika Bung Karno yang bertindak sebagai konseptor dan Jenderal TNI (Purn) Abdul Haris Nasution yang berfungsi sebagai penggerak, bersama dengan Angkatan Darat, mengubah Golkar sebagai sebuah partai politik untuk melawan PKI.

Hal ini bertentangan dengan konsep awal Golkar yang menolak konsep partai, namun memiliki konsep menumbuhkan persatuan dan kerjasama. Akhirnya, Golkar anti partai runtuh menjadi sebuah partai.

Ide Golkar yang awalnya menjadi anti-tesis partai-partai, justru menjadi sebuah partai yang eksis hingga saat ini. Partai Golkar sebelumnya bernama Golongan Karya dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), adalah sebuah partai politik di Indonesia.

Baca Juga  Darul Siska Kritik Kondisi Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah

Partai Golkar bermula dengan berdirinya Sekber Golkar di masa-masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno. Tepatnya tahun 1964 oleh Angkatan Darat digunakan untuk menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia dalam kehidupan politik.

Golkar merupakan partai yang telah dirintis sejak zaman Orde Lama. Kehadirannya di masa Orde Baru dalam rangka pembaharuan politik di Indonesia.

Pada Pemilu 3 Juli 1971, Golkar memperoleh 62,8 % suara sehingga mendapatkan 236 dari 360 kursi anggota dalam DPR. Jumlah kursi ini masih ditambah dengan 100 kursi yang akan diisi anggota yang diangkat pemerintah.

Jumlah suara terbesar partai 18,7 % diperoleh NU, sedang PNI hanya mendapatkan 6,9 % dan Permusi, penerus Masyumi hanya 5,4%.

Demikian sejarah Partai Golkar sebelumnya bernama Golongan Karya dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar). Partai Golkar didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964 oleh Soeharto dan Suhardiman.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300