DaerahHeadline

Sampaikan Belasungkawa, Bupati Luwu Utara Temui Keluarga Feronika

267
×

Sampaikan Belasungkawa, Bupati Luwu Utara Temui Keluarga Feronika

Share this article
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani (Foto by: Instagram @indahnyalutra)

G24NEWS.TV, JAKARTA — Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Feronika, ibu hamil yang meninggal dunia dalam perjalanan dari Puskesmas menuju Rumah Sakit.

Dirinya menyampaikan belasungkawa yang mendalam pada keluarga korban. Insiden yang menimpa Feronika menjadi catatan evaluasi dan perhatian Pemda untuk menyediakan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit di daerah terpencil.

Sebagai informasi, akses menuju rumah sakit terdekat di daerah tersebut berjarak sekitar 5 jam perjalanan.

“Saya atas nama pribadi dan jajaran Pemda Luwu Utara turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ibu Feronika.” kata Bupati Indah yang dikutip dari laman resmi Pemkab Luwu Utara.

Indah Putri Indriani selaku Bupati Luwu Utara menuturkan bahwa sejak 2018 Pemerintah Daerah telah mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Tipe D atau RS Pratama di Kecamatan Seko.

Baca Juga  Indonesia-Australia Perkuat Kerjasama Pertahanan Udara

Di Kecamatan Seko Barat, Indah mengatakan Pemda telah membangun Puskesmas yang sebelumnya hanya berada di Desa Padang Balua.

“Jadi saat ini ada dua Puskesmas yang telah dibangun. Terakhir letaknya di Desa Tana Makaleang Seko Barat,” lanjut Indah.

Indah mengharapkan pembangunan rumah sakit tipe D dapat menjadi solusi. Hal itu menimbang ketersediaan sumber daya manusia yakni tenaga spesialis untuk melakukan operasi caesar hanya tersedia di rumah sakit.

Feronika, Ibu Hamil Meninggal dalam Perjalanan Menuju RSUD

Feronika yang tengah mengandung bayi bersama suaminya telah tiba di puskesmas sesaat sebelum persalinan. Namun petugas Puskesmas menilai Feronika harus melakukan operasi caesar dan dirujuk ke Rumah Sakit.

Baca Juga  Sarolangun Jadi Titik Api, Pinto Minta Masyarakat Stop Bakar Lahan

Jarak yang harus ditempuh menuju RSUD adalah 17 jam dengan perjalanan darat.

Mobil ambulans juga kesulitan menjangkau lokasi sehingga Feronika harus ditandu menuju ke titik penjemputan.

Feronika dan bayinya meninggal pasca melalui menempuh 17 jam perjalanan darat menuju ke ambulans yang akan membawanya ke RSUD.

“Tapi karena terdesak keadaan, keluarga memaksa sehingga harus dibawa melalui jalur darat menuju RSUD. 17 jam itu adalah total waktu untuk sampai ke RSUD, bukan ditandu selama 17 jam, karena ambulance juga menjemput di titik yang telah ditentukan,” kata Bonar Suami Feronika.

banner 325x300