EkonomiHeadlineNasional

Rugikan negara Rp18,3 T, Terdakwa Korupsi Kasus Minyak Goreng Dihukum 1-3 tahun

211
×

Rugikan negara Rp18,3 T, Terdakwa Korupsi Kasus Minyak Goreng Dihukum 1-3 tahun

Share this article
Palu hakim
palu-hakim-

G24NEWS.TV, JAKARTA – Lima orang terdakwa kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dijatuhi hukuman satu hingga tiga tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta mereka dipenjara 7 tahun dan denda Rp1 miliar.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Rabu (4/1) menjatuhkan satu hingga tiga tahun penjara kepada lima terdakwa kasus pemberian ilegal fasilitas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang merugikan negara sebesar Rp18,3 triliun.

Ketua majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Liliek Prisbawono Adi menilai kelima terdakwa terbukti memanipulasi pemenuhan persyaratan domestic market obligation (DMO), atau kewajiban penyediaan kebutuhan domestik komoditas sawit di pasar dalam negeri. Perbuatan mereka menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga bahan baku minyak goreng di Tanah Air.

Terdakwa Indrasari Wisnu Wardhana, mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, dijatuhi hukuman tertinggi yakni tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta. Wisnu terbukti menyalahgunakan kewenangannya sehingga negara mengalami kerugian mencapai Rp18,3 triliun, terdiri dari Rp6 triliun berupa kerugian keuangan negara dan sisanya kerugian ekonomi. Namun hakim menilai Wisnu tidak turut menikmati hasil kejahatannya.

Baca Juga  Indonesia Sukses Jalin Kerja Sama dengan Banyak Negara di Hannover Messe 2023

“Menjatuhkan pidana atas diri terdakwa Indra Sari Wisnu Wardhana selama tiga tahun (penjara) dan denda Rp 100 juta,” kata Liliek.

Terdakwa lain yaitu Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor mendapat hukuman 18 bulan penjara dan denda Rp100 juta.

Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau – Stanley Ma, General Manager PT Musim Mas, Togar Sitanggang, serta seorang konsultan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lin Che Wei, masing-masing dihukum satu tahun penjara serta denda Rp100 juta.Keempat terdakwa bersekongkol memanipulasi persyaratan DMO minyak sawit yang melibatkan Wisnu.

Hukuman mereka lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta hakim menghukum mereka selama 7 tahun dan denda Rp1 miliar.

Baca Juga  Terbukti Korupsi Rp117 Miliar, Presiden ACT Ahyudin Kena Vonis 3,5 Tahun Penjara

Juniver Girsang, kuasa hukum kelima terdakwa, mengaku pikir-pikir atas vonis majelis hakim, meski diputus lebih rendah dari tuntutan jaksa.

Jaksa Pikir-pikir

Jaksa penuntut umum, Muhammad, mengaku kecewa dengan besaran vonis para terdakwa karena menilai persidangan gagal membuktikan unsur kerugian perekonomian.

“Kecewa, ya, kecewa, tapi kami menghormati (putusan hakim)… Namun kan masih ada upaya hukum, baik banding atau seterusnya. Beri kami waktu diskusi (soal) bagaimana sikap nanti,” kata Muhammad dikutip dari detik.com.

Wisnu dan terdakwa lainnya ditetapkan sebagai tersangka pada April 2022 oleh Kejaksaan Agung, menyusul kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng di tanah air sejak akhir 2021 hingga beberapa bulan awal 2022.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan bahwa para tersangka aktif berkomunikasi untuk mendapat persetujuan ekspor.

 

banner 325x300