Nasional

Ratusan Inovator Dari Perguruan Tinggi Se-Indonesia Unjuk Gigi di Pameran Riset dan Inovasi Hakteknas ke-28

174
×

Ratusan Inovator Dari Perguruan Tinggi Se-Indonesia Unjuk Gigi di Pameran Riset dan Inovasi Hakteknas ke-28

Share this article
Salah satu karya Perguruan Tinggi di Pameran Riset dan Inovasi Hakteknas ke-28, di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno. Jumat (11/8/2023). Foto: Kemenristekdikti
Salah satu karya Perguruan Tinggi di Pameran Riset dan Inovasi Hakteknas ke-28, di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno. Jumat (11/8/2023). Foto: Kemenristekdikti

G24NEWS.TV, JAKARTA – Lebih dari 145 produk inovasi yang sudah teruji hasil karya mahasiswa dan dosen di Perguruan Tinggi ditampilkan dalam Pameran Riset dan Inovasi yang digelar BRIN.

Produk yang dipamerkan, antara lain 31 produk inovasi di bidang pangan dan 32 produk inovasi di bidang energi.

Kemudian, 59 produk inovasi di bidang kesehatan, sembilan produk Electric Vehicle dan 14 produk riset dan inovasi lainnya dengan partisipan dari Perguruan Tinggi Akademik dan Vokasi dan BRIN.

Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

Kemendikbudristek bekerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-28.

Pameran Riset dan Inovasi Hakteknas ke-28 dibuka pada Jumat 11 Agustus lalu di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Dalam sambutannya, Nadiem mengataklan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tahun ini menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Baca Juga  Kemenperin Dukung Adaptasi Ekonomi Digital di Indonesia

Caranya, ujarnya,  dengan mempersiapkan generasi muda Indonesia menjadi talenta riset dan inovasi.

“Saya yakin dalam waktu dekat kita akan membawa Indonesia semakin unggul di panggung global,” ujar Nadiem Anwar Makarim.

Sementara itu, produk-produk inovasi yang ditampilkan dari perguruan tinggi dalam Pameran Riset dan Inovasi antara lain, Institut Pertanian Bogor dengan produk inovasi kesehatan.

Institut Teknologi Bandung dengan produk inovasi berupa Integrated Smart System Platform, produk inovasi kesehatan, pertanian, energi, Smart City.

Dari Institut Teknologi 11 Nopember menampilkan Robot Service dan Electric Vehicle.

Ada juga produk inovasi kesehatan dan pangan dan Universitas Airlangga produk inovasi pangan dan kesehatan.

Universitas Andalas menampilkan produk inovasi energi, pangan, dan kesehatan.

Kampus Brawijaya Inovasi Pangan

Sedangkan, Universitas Brawijaya produk inovasi pangan, serta Universitas Gadjah Mada produk inovasi energi, kesehatan, dan pangan.

Selanjutnya, Universitas Hasanuddin produk inovasi kesehatan dan pangan dan Universitas Indonesia produk inovasi kesehatan.

Baca Juga  Kemenperin Targetkan Partisipasi di Berbagai Pameran Internasional di Tahun 2024

Kemudian, Universitas Jember produk inovasi pangan, Universitas Negeri Malang produk inovasi Media Pembelajaran Digital dan Virtual Reality.

Ada juga Universitas Padjajaran produk inovasi pangan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur produk inovasi Electric Vehicle Autonomous.

Ditambah lagi, Universitas 11 Maret produk inovasi teknologi manufaktur dan energi.

Tidak ketinggalan, Universitas Syiah Kuala produk inovasi kesehatan, pangan, dan energi, Universitas Telkom menampilkan Electric Vehicle dan produk inovasi energi.

Sementara itu, produk-produk inovasi yang ditampilkan dari pendidikan tinggi vokasi antara lain, Politeknik Negeri Fakfak, mengembangkan produk dari buah pala seperti balsam, sirup, permen, aroma terapi, dan sabun.

Politeknik Negeri Bandung mengembangkan solid toxic fuel, Politeknik Manufaktur Bandung mengembangkan mesin roasting kopi.

Dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya mengembangkan perangkat survei jalanan otomatis.

Untuk Politeknik Astra mengembangkan konversi bahan bakar minyak ke listrik.

Terakhir, Politeknik Negeri Malang mengembangkan teh yang berasal dari olahan kulit jeruk.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300