Headline

Puteri Komarudin Ungkap Dampak era Kecerdasan Buatan untuk Indonesia

248
×

Puteri Komarudin Ungkap Dampak era Kecerdasan Buatan untuk Indonesia

Share this article
Puteri Komarudin bicara Kecerdasan buatan
Puteri Komarudin bicara Kecerdasan buatan

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar Puteri Komarudin mengatakan era kecerdasan buatan atau yang dikenal dengan sebutan AI memiliki kelebihan serta kekurangan bagi kehidupan.

Melalui pemaparannya di Golkar Institute, pada hari Senin (12/06), Puteri menyampaikan bahwa kelebihannya, kecerdasan buatan sangat meminimalisir terjadinya human error. 

Ini akan memberikan kemudahan bagi manusia yang saat ini masih melakukan kesalahan dalam hal pengetikan dan lain sebagainya. AI juga dengan mudah menangani data-data penting.

“AI ini kelebihannya sangat banyak untuk kehidupan kita di era modern ini. Kesalahan-kesalahan yang manusia lakukan bisa ditanggulangi oleh teknologi yang sangat modern,” jelas Puteri.

Baca Juga  Pengumuman Kartu Prakerja Gelombang 50 Buka Tanggal Ini, Simak Jadwal dan Cara Lolos Seleksi

Tetapi, adanya AI ini menyebabkan pekerjaan manusia jadi terbengkalai. Apalagi di masa depan, AI bisa saja menggantikan seluruh pekerjaan manusia hanya dalam sekejap mata.

Saat ini, berbagai bidang mulai memanfaatkan teknologi AI seperti kesehatan, customer Service, pertanian, finansial, lingkungan, pendidikan, dan masih banyak lagi.

Dalam kegiatan itu pula, Puteri memaparkan pada tahun 2022 mencapai 50% pengguna AI. Pandemi Covid-19 mendorong akselerasi adopsi teknologi yang turut berdampak pada melesatnya pemanfaatan AI.

“Sebagai negara dengan jumlah populasi terbesar, Indonesia menjadi market yang besar dalam pemanfaatan AI,” terangnya.

Baca Juga  Golkar Mantapkan Persiapan Pemilu 2024 di Rakernas Mendatang

Indonesia dapat mengadopsi teknologi untuk mendorong akselerasi ekonomi digital. Pemanfaatan AI inilah yang menjadi peran penting untuk menangkap potensi ekonomi digital Indonesia.

Adanya AI memberikan strategi untuk kecerdasan artifisial terhadap Indonesia di tahun mendatang. Hal ini meliputi arah kebijakan nasional yang memuat area fokus dan bidang prioritas teknologi kecerdasan artifisial.

Menurut Puteri Komarudin, kecerdasan buatan juga bisa digunakan dalam kebijakan publik terutama bidang kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan riset, ketahanan pangan, mobilitas, dan kota cerdas.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300