Ekonomi

Program Restrukturisasi Kredit COVID-19 Berakhir Maret 2024

63
×

Program Restrukturisasi Kredit COVID-19 Berakhir Maret 2024

Share this article
Ilustrasi kredit. Foto: Image by Drazen Zigic on Freepik
Ilustrasi kredit. Foto: <a href="https://www.freepik.com/free-photo/closeup-economist-using-calculator-while-going-through-bills-taxes-office_25751795.htm#query=credit&position=0&from_view=search&track=sph&uuid=3e7f2f24-e12c-4b81-8857-64c00ae52669">Image by Drazen Zigic</a> on Freepik

G24NEWS.TV, JAKARTA PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyiapkan strategi pencadangan dalam menghadapi berakhirnya program restrukturisasi kredit COVID-19 pada Maret 2024 sebagaimana kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa perseroan telah mencatatkan penyusutan nilai kredit terdampak COVID-19 yang direstrukturisasi, di mana outstanding kredit restrukturisasi COVID-19 per Desember 2023 turun menjadi Rp54,5 triliun dari Rp107,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Apabila dihitung dari puncaknya, sebesar Rp210 triliun itu sudah keluar dari status restrukturisasi sehingga sekarang outstanding-nya tinggal Rp54 triliun,” kata Sunarso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Dengan persiapan berakhirnya restrukturisasi tersebut, BRI menyiapkan pencadangan yang memadai dengan Non Performing Loan (NPL) Coverage mencapai 215,27 persen per Desember 2023, lebih dua kali dari NPL yang telah dicadangkan.

Baca Juga  RI-Vietnam Bidik Kerja Sama Kendaraan Listrik

“Saya kira itu lebih dari cukup ya. Dan kemudian kualitas kredit atau NPL BRI terkendali di level 2,95 persen,” ujar dia, seperti dilansir dari Antara.

Manajemen Risiko

Di samping itu, strategi lain yang dilakukan, yakni dengan selective growth dan tetap memperkuat risk management. BRI telah membentuk regional risk management di setiap wilayah untuk mengawal kualitas kredit serta secara aktif melakukan pemantauan pada portofolio kredit.

BRI juga akan berfokus pada penguatan kapabilitas retail banking serta memiliki aspirasi tambahan, yaitu optimalisasi kontribusi perusahaan anak. Juga, fokus pada UMKM, khususnya di ultra mikro, yang diwujudkan dengan melanjutkan kinerja dan strategi Holding UMi menjadi prioritas utama sebagai sumber pertumbuhan baru.

Baca Juga  Airlangga Hartarto: Pemerintah Berhasil Yakinkan AS Dukung Indonesia Masuk OECD

“BRI akan tetap memastikan tersedianya sumber pertumbuhan baru, terutama datang dari segmen ultra mikro, yang kedua adalah memastikan kecukupan modal untuk meng-cover pertumbuhan bisnis secara sustain di tahun 2024 ini,” tutur Sunarso.

Dari sisi fungsi intermediasi hingga akhir Desember 2023, BRI berhasil mendorong penyaluran kredit tumbuh 11,2 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp1.266,4 triliun.

Pencapaian tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit industri perbankan nasional yang sebesar 10,4 persen yoy di sepanjang 2023.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300