EkonomiHeadline

Program Kartu Prakerja Diteruskan 2023, Pelatihan Dilakukan dengan Tatap Muka

258
×

Program Kartu Prakerja Diteruskan 2023, Pelatihan Dilakukan dengan Tatap Muka

Share this article
airlangga beri pengarahan
1669958495_1366x768.jpeg

G24NEWS.TV, JAKARTA – Pemerintah meneruskan Program Kartu Prakerja pada 2023 dengan skema pelatihan tatap muka mulai triwulan pertama. 

Program peningkatan kemampuan kaum pekerja ini diteruskan sebagai salah satu respons menghadapi kondisi perekonomian global yang masih belum stabil. 

Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan program kartu prakerja merupakan salah satu program pemerintah untuk mengatasi masalah lapangan kerja. 

Setelah mengikuti program ini, para alumninya bisa mempunyai kemampuan lain untuk berwirausaha. 

“Kartu Prakerja bertujuan memulihkan kegiatan perekonomian nasional melalui peningkatan kompetensi, produktivitas, dan daya saing angkatan kerja,” ujar Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini. 

Partai Golkar selalu mendorong kesejahteraan rakyat selalu mendorong pemerintah untuk memberikan perlindungan dan jaminan untuk para korban PHK.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Pastikan Golkar Akan Tolak Hak Angket DPR RI untuk Presiden

Airlangga Hartarto mengatakan Kartu Prakerja bisa membantu para pelaku UMKM meningkatkan kemampuannya sekaligus mendapatkan tambahan permodalan dari insentif Kartu Prakerja. 

“Dengan banyaknya jumlah Angkatan kerja yang mengikuti kegiatan prakerja dapat menambah wawasan serta kesempatan untuk berkolaborasi mengatasi tantangan yang akan ada nanti di 2023” imbuhnya.

Program Kartu Prakerja 2023 dilakukan secara offline 

Program Program Kartu Prakerja 2023 akan dilakukan dengan skema normal atau pelatihan offline akan dimulai pada triwulan pertama. 

Metode pelatihan akan dilakukan secara offline, online, dan hybrid. Sedangkan insentif yang diberikan akan dilakukan penyesuaian dan ditargetkan akan menjangkau 1 juta penerima.  

Baca Juga  Ketua Dewan Pembina Golkar Minta Airlangga Tetap Ikhtiar Jalankan Amanah Munas

Skema normal lebih memfokuskan bantuan untuk meningkatkan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif seusai menyelesaikan pelatihan. 

Program Kartu Prakerja telah menjangkau sekitar 3 persen penyandang disabilitas, 2,9 persen pekerja migran Indonesia, 47,59 persen penerima dari 212 Kabupaten/Kota lokus prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem 2020-2022. 

Para peserta mempunyai latar belakang pendidikan 19 persen SD atau sederajat, dan 49 persen perempuan dan sekitar Rp8,72 triliun insentif telah disalurkan pada 2022.

“Dari kuota yang diberikan ke daerah-daerah itu bisa terisi, dengan demikian sifat inklusif kartu prakerja menjadi tinggi,” ujar Airlangga Hartarto  

 

banner 325x300