HeadlinePolitik

Prabowo: Politik Luar Negeri Indonesia Konsisten Bebas Aktif

169
×

Prabowo: Politik Luar Negeri Indonesia Konsisten Bebas Aktif

Share this article
Calon Presiden RI Prabowo Subianto. Foto: Ist
Calon Presiden RI Prabowo Subianto. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Prabowo Subianto, Calon Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029 dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengatakan semua kebijakan yang dijalankan Pemerintah harus dipastikan dilakukan dengan mengutamakan kepentingan rakyat.

Kepentingan rakyat, ujarnya, menjadi pilar utama Pemerintah dalam menjalankan tugasnya di berbagai bidang termasuk di bidang pertahanan.

Dia mengatakan Pemerintah harus bisa memberantas kemiskinan dan mengatasi masalah di dalam negeri terlebih dahulu sebelum mencampuri atau mengurus kondisi negara lain.

“Ini adalah final analisis soal tugas dari semua Pemerintah. Kami harus memberantas kemiskinan. Pemerintah yang tidak bisa menjaga rakyatnya, tidak punya hak untuk berkomentar soal kebijakan dengan negara lain,” jelas Prabowo dalam acara Pidato Calon Presiden Republik Indonesia Arah dan Strategi Politik Luar Negeri, yang digelar Center for Strategic and International Studies (CSIS), di Jakarta, Senin (13/11/2023).

“Kami harus menjaga soal rumah kami dulu pertama kali. Harus menjaga orang kami,” tegasnya dalam acara yang diikuti oleh para peneliti CSIS dan perwakilan sejumlah lembaga internasional itu.

Di sisi lain, dia mengatakan untuk dapat mencapai target menjaga kepentingan rakyat itu, Indonesia membutuhkan suasana damai dan kondisi politik yang stabil.

“Untuk mencapai kepentingan rakyat, kami butuh kedamaian dan stabilitas,” paparnya sambil mengatakan kedamaian dan stabilitas tidak hanya dibutuhkan masyarakat di dalam negeri.

Baca Juga  Relawan Jokowi Siap Kerahkan Anggota Menangkan Prabowo-Gibran di Jawa dan Bali

Namun, juga akan mendukung upaya Pemerintah dalam mengundang investor untuk menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja yang juga sangat dibutuhkan untuk mempercepat upaya memberantas angka kemiskinan.

“Dunia membutuhkan perdamaian dan stabilitas untuk ekonomi, dan kita butuh ekonomi membawa kemakmuran untuk rakyat kita,” paparnya.

Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Prabowo menambahkan memastikan akan mempertahankan dan melanjutkan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif.

Dia mengatakan Indonesia sangat mengapresiasi pengaruh dan peran blok barat dan timur dalam kemajuan dan peradaban dunia, termasuk memiliki peran bagi perkembangan Indonesia.

Namun, Menteri Pertahanan Republik Indonesia ini mengatakan Indonesia tidak akan berpihak atau masuk menjadi anggota blok geopolitik atau sekutu kelompok militer manapun di dunia.

“Tradisi kebijakan luar negeri Indonesia sangat jelas. Bahwa Indonesia bebas dan mandiri. Tidak menjadi anggota blok geo politik dan tidak menjadi bagian dari sekutu militer. Ini tradisi Indonesia,” jelasnya, dalam acara Pidato Calon Presiden Republik Indonesia Arah dan Strategi Politik Luar Negeri, yang digelar Center for Strategic and International Studies (CSIS), di Jakarta, Senin (13/11/2023).

Dia mengatakan Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan tradisi ini. Kebijakan ini, jelasnya, tidak hanya tradisi bangsa, tetapi juga menjadi keinginan dari mayoritas rakyat Indonesia.

Baca Juga  Golkar Kolaka Timur Sultra Berpotensi Rebut 5 Kursi DPRD

“Jika saya mendapatkan mandat, saya akan mengelola tradisi ini. Kami tidak akan bergabung dengan blok manapun, kami tidak akan menjadi bagian persetukuan militer manapun. Ini berlawanan dengan tradisi kami,” jelas Prabowo.

Politik bebas aktif, paparnya, lagi merupakan kepentingan Indonesia berdasarkan sejarah, geografis dan perkembangan peradaban yang dijalani oleh bangsa dan negara ini.

“Bahkan sekarang Indonesia berada di tengah rute perdagangan yang sangat penting. Di tengah transaksi dan arus maritim. Kami hidup dalam perdagangan dan bergantung kepada perdagangan. Jadi secara ekonomi kami memiliki kepentingan mempertahankan tradisi bebas aktif di bidang ekonomi,” jelasnya.

Di sisi lain, Prabowo mengemukakan meski tidak memihak, Indonesia adalah negara tetangga yang sangat mendukung kerja sama dan kemitraan, baik tingkat regional hingga mulatilateral dari berbagai kawasan dunia.

“Kami juga juga menganut kebijakan bermitra dengan negara-negara lain, baik di regional dan dunia. Ini strategi utama kami, bahkan kinerja pertahanan kami juga mengikuti basis ini. Intinya kami mengembangkan kemitraan kuat antara Indonesia dan negara-negara tetangga,” paparnya.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300