Politik

Politisi Partai Golkar Sebut Pentingnya Bangun Buffer Zone Dekat Objek Vital

265
×

Politisi Partai Golkar Sebut Pentingnya Bangun Buffer Zone Dekat Objek Vital

Share this article
Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Maman Abdurrahman
Poltiisi Golkar Sebut Pentingnya Bangun Buffer Zone Dekat Objek Vital

G24NEWS.TV, JAKARTA – Politisi Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi VII Maman Abdurrahman mengatakan perlu ada dorongan dari pemerintah provinsi, kota/kabupaten selaku pemberi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk membangun adanya daerah penyangga (buffer zone), khususnya di wilayah yang berdekatan dengan objek vital.

Hal itu guna mengantisipasi munculnya kembali permasalahan sosial, dampak dari adanya kebakaran seperti yang terjadi di Depo Pertamina, Plumpang, beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan Maman saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) Komisi VII DPR RI ke Provinsi Bali. Kunspik tersebut dalam rangka untuk memperkaya masukan mengenai rancangan revisi RUU Minyak dan Gas (RUU Migas) yang sedang dibahas oleh Komisi VII.

Baca Juga  Mohan Roliskana: Program Inklusif Kunci Sukses Pembangunan Mataram

“Saya meminta kepada kepala daerah yang notabenenya selaku pemberi kebijakan agar ke depan tidak lagi memberikan izin (mendirikan) bangunan di wilayah-wilayah objek vital. Perlu ada buffer zone, agar tidak ada lagi pembangunan di wilayah yang berbahaya,” kata politisi Partai Golkar tersebut, dikutip situs resmi DPR, Minggu (19/3).

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan agar persoalan buffer zone ini dapat menjadi bahan masukkan untuk RUU Migas yang sedang dibahas. Pasalnya, Tim Kunjungan Kerja Legislasi Komisi VII DPR RI memandang penting faktor keamanan pada objek vital nasional termasuk fasilitas produksi dan penyimpanan BBM.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Nyoblos di TPS 005 Melawai Bersama Istri dan Putrinya

Keberadaan buffer zone, disebut sangat penting bagi obyek vital nasional (Obvitnas), seperti Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di seluruh Indonesia.

“Sudah seharusnya tidak ada bangunan di sekitaran objek vital, karena ini sangat membahayakan. Untuk itu pembangunan objek vital harus berdiri jauh dari pemukiman masyarakat,” kata Maman. *

Email: NyomanAdikusuma@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300