Ekonomi

Politisi Golkar Sarmuji Minta Pertamina Mulai Evaluasi Kilang Minyak di Lokasi Pemukiman

297
×

Politisi Golkar Sarmuji Minta Pertamina Mulai Evaluasi Kilang Minyak di Lokasi Pemukiman

Share this article
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI M dari Fraksi Golkar M Sarmuji. Foto: Ist
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI M dari Fraksi Golkar M Sarmuji. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA — Politisi Golkar Sarmuji mendorong PT Pertamina (Persero) mulai mendesain, mengevaluasi kilang-kilang minyak yang berdekatan dengan pemukiman warga.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI M dari Fraksi Golkar, Sarmuji, mengatakan langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko aktivitas kilang minyak bagi keselamatan masyarakat.

“Saya rasa itu penting untuk mengantisipasi kemungkinan lain yang mungkin terjadi yang mengakibatkan adanya korban di masa datang,” jelas Sarmuji, seperti dilansir dari laman resmi DPR RI, Selasa (28/3/2023).

Hal ini disampaikannya, saat memimpin kunjungan kerja Komisi VI DPR ke Depo Pertamina Sanggaran Bali, di Provinsi Bali, Jumat (24/3/2023).

Dia mengatakan kebakaran Depo BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3/2023), harus menjadi pelajaran berharga bagi Pertamina.

Betapa tidak, kebakaran itu telah menyebabkan 19 orang meninggal dunia dan 49 warga mengalami luka-luka lantaran letaknya yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat.

Baca Juga  Pengembangan Social Commerce hingga Metaverse di Indonesia Menggembirakan

Lebih jauh, dalam kunjunga itu Politisi Partai Golkar ini meminta Pertamina Sanggaran Bali selalu mempersiapkan tim Emergency Respon Plan (ERP).

ERP, jelasnya, dibutuhkan utnuk menghadapi situasi berbahaya dan harus ada, sehingga jangan sampai kemudian terjadi kebakaran.

“Dalam Health, Safety, Environtment (HSE) kemudian juga emergency respon plan atau emergency respon procedure-nya juga dipersiapkan secara baik,” terangnya.

Relokasi Depo Plumpang Pertamina Akhir 2024

Sebelumya, Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan PT Pertamina memutuskan untuk memindahkan lokasi Tangki Bahan Bakar Minyak (TBBM) atau Depo Plumpang, Koja, Jakarta Utara.

TBBM akan dipindahkan ke lahan milik PT Pelindo (Persero), tetapi Pertamina diperkirakan membutuhkan waktu untuk merealisasikan rencana itu.

Baca Juga  Ketum Golkar Minta Pimpinan DPD Bangun Koalisi Permanen

“Kami juga sudah merapatkan bahwa kilang akan kita pindah ke Tanah Pelindo. Kita sudah koordinasi dengan Pelindo,” tambah Erick beberapa hari setelah insiden itu.

“Itu lahannya akan siap dibangun di akhir 2024. Pembangunan memerlukan waktu 2-2,5 tahun, artinya masih ada waktu kurang lebih 3,5 tahun,” sambung Menteri Erick Thohir.

Di sisi lain, dia juga mengharapkan dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) agar rencana itu dapat segera direalisasikan.

Dia mengatakan relokasi depo minyak milik Pertamina ini adalah salah satu bagian upaya perlindungan dan keselamatan masyarakat dari dampak kegiatan industri.*

Email: Nyomanadikusuma@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300