Daerah

Petani Milenial Brebes Tawarkan Perubahan Sektor Pertanian

774
×

Petani Milenial Brebes Tawarkan Perubahan Sektor Pertanian

Share this article
Sektor Pertanian
Agus Triyoko, Petani Milenial (dua dari kiri) Young Ambasador Petani Milenial, Dienda Lora Buana (tengah) saat pertemuan rutin dengan pengurus petani milenial se-Kabupaten Brebes, perwakilan kordinator masing-masing kecamatan, di Kecamatan Tonjong, Sabtu (24/06/2023)

G24NEWS.TV, TONJONG – Sektor pertanian merupakan salah satu sumber perekonomian nasional yang tidak stabil. Penyebabnya adalah perubahan iklim yang tidak menentu, susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi serta mahalnya benih dan obat pertanian. Hal ini mendorong Petani Milenial asal Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes yaitu Agus Triyoko, memberanikan diri maju sebagai bacaleg Kabupaten Brebes Dapil 2. Wilayah ini meliputi kecamatan Tonjong, Bumiayu, Sirampog dan Paguyangan.

Memperjuangkan Nasib Petani

Yoko, panggilan akrab Agus Triyoko mengatakan, salah satu alasannya terjun di dunia politik adalah ingin memperjuangkan nasib petani dan masyarakat pedesaan. Menurut dia, jika ada seorang petani yang duduk di parlemen maka dia bisa mewakili petani untuk menyampaikan aspirasi. Sekaligus mengawal kebijakan yang berpihak kepada petani dan masyarakat desa.

Alumni Golkar Institute

Agus Triyoko memiliki riwayat pendidikan Sarjana Pertanian juga menjadi Alumni Golkar Institute (GI) angkatan ke-12, pada program Young Political Leaders. Ia juga sempat berbincang dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, terkait potensi pemuda dan olahraga di pedesaan. Pasalnya, seringkali hal itu tidak terekspos di media padahal terdapat potensi dan kemampuan para atlet di desa. Bahkan, potensi para atlet desa juga tidak kalah dengan atlet-atlet kaliber nasional. Namun sering terabaikan.

Baca Juga  YPL 14 Golkar Institute: Airlangga Hartarto Dorong Kader Muda Aktif Tingkatkan Kapasitas Diri

Selain sektor pertanian, Yoko juga berfokus pada pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sebab hal itu mampu mendorong kemajuan Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas bagi sebuah negara. Dengan pembangunan infrastruktur yang baik, mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing negara. Akan tetapi pembangunan fisik saja sangatlah tidak cukup tanpa melakukan pembangunan sosial,” ujar dia.

Empat Pilar Pembangunan

Ia juga berpendapat, empat pilar Pembangunan yang harus diterapkan yakni pembangunan manusia dan penguasaan Iptek. Selanjutnya, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

“Saya tidak malu menjadi salah satu peserta di Golkar Institute yang berprofesi sebagai petani. Karena petani juga harus mempunyai wakil yang bisa mendengarkan, dan bisa menyampaikan aspirasi dari para petani itu sendiri. Saya harus membuat perubahan untuk masyarakat di sekitar saya. Saya tidak bisa tinggal diam untuk kemajuan dan harapan masyarakat Desa, dan saya siap menjadi garda depan mewakili petani dan masyarakat pedesaan,” ungkap dia.

Baca Juga  Golkar Sulut Siapkan Sanksi Bagi Kader yang Membangkang

Terdaftarnya Agus Triyoko sebagai salah satu bacaleg Kabupaten Brebes, dapat memberi warna baru pada Pemilu 2024.

“Perubahan sektor pertanian yang saya bawa adalah menjadi wakil rakyat yang akan menyuarakan perjuangan para petani secara konsisten dan all out,” tambah dia.

Generasi Muda Berperan Aktif

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Penggalangan Strategis, Erwin Aksa mendorong agar setiap generasi muda mampu berperan aktif pada bidangnya masing-masing.
Termasuk para alumni YPL Golkar Institute, diharapkan mampu menjawab tantangan bangsa yang semakin kompleks.

“Setiap generasi muda harus mampu menjawab tantangan bangsa yang semakin kompleks. Dan generasi muda harus memenangkan persaingan yang ada dengan peningkatan daya saing,” jelas Erwin.

 

 

Penulis: Muhammad Iqbal
Editor: Agus Triyoko/Lala Lala

banner 325x300