HeadlineNasional

Pesawat Susi Air Dibakar di Papua, Dave Laksono: Aparat Harus Tegas, Tidak Ada Kompromi  

235
×

Pesawat Susi Air Dibakar di Papua, Dave Laksono: Aparat Harus Tegas, Tidak Ada Kompromi  

Share this article
Dave Laksono Ketua DPP Partai Golkar menggenakan baju kuning seragam ormas Kosgoro 1957
Dave Laksono Ketua DPP Partai Golkar menegaskan bahwa Partai Golkar tetap mengajukan Airlangga sebagai Capres 2024 mendatang. (Foto Partai Golkar)

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Dave Laksono meminta aparat menindak tegas kelompok kriminal bersenjata yang membakar dan menyandera pilot pesawat Susi Air di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Selasa (7/2/2023). 

“Tindak tegas, Presiden Jokowi juga sudah memberikan arahan bahwa tindakan anarkistis di Papua harus ditindak tegas,” ujar Dave pada wartawan. 

Sebelumnya diberitakan kelompok Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TNPPB – OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembakaran pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 06/PK-BVY di Bandara Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Selasa (7/2).

Menurut Dave Laksono, aksi kelompok kriminal ini hanya menyengsarakan rakyat Papua dan tidak memberi solusi apapun atas persoalan di wilayah itu.  

Permusuhan di Papua, menurut Dave hanya membuat rakyat menderita, menghambat kemajuan ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan rakyat. 

“Kemajuan ekonomi dan pendidikan serta kesejahteraan rakyat Papua selamanya terhambat bila tidak bisa diciptakan situasi yang kondusif di sana,” ujar Dave.

Dikutip dari Beritasatu, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan dari pengecekan dari udara, terlihat pesawat Susi Air tersebut terbakar di ujung lapangan terbang Paro.  

Baca Juga  Dave Laksono Populerkan 14 Februari 2024 jadi Hari Kasih Suara

“Memang benar ada laporan tentang pesawat milik Susi Air yang dibakar KKB di Paro, Kabupaten Nduga,” kata Fakhiri. 

Pesawat itu membawa 5 penumpang dan hilang dalam penerbangan rute Timika-Paro-Timika. Pesawat terbang dari Timika pukul 05.33 WIT dan dijadwalkan tiba di Bandara Moses Kilangin Timika pukul 07.40 WIT. 

Nama lima penumpang pesawat milik Susi Air, yaitu Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge, Meita Gwijangge, dan ​​ Wetina W. 

Penasihat hukum Susi Air Donal Fariz mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa mengontak pilot Capt Phillips yang disandera, begitu juga 5 orang penumpangnya.  Manajemen Susi Air hingga kini juga belum bisa mengetahui keberadaan pesawat, pilot berikut penumpangnya. 

Tidak ada pihak yang mengontak kami, secara resmi tidak ada yang mengontak kami dari pihak yang melakukan penyanderaan,” ujar dia. 

“Kami hanya mendengar informasi pernyataan pers yang dibuat oleh OPM menyatakan mereka berpihak yang bertanggung jawab atas pembakaran dan kemudian mereka yang melakukan penyanderaan terhadap pesawat terhadap pilot dan sampai dengan hari ini,” lanjut dia. 

Baca Juga  KPU Surati Parpol Soal Pendaftaran Bacaleg Pemilu 2024

Dia berharap pemerintah melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan pilot dan para penumpang, karena ini sudah menyangkut keamanan negara. ”Kami sangat berharap otoritas berwenang segera bergerak cepat untuk menyelamatkan pilot yang disandera,” ujar dia. 

Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya mengirim tim dari Operasi Damai Cartenz untuk menyelamatkan  pilot dan penumpang pesawat Susi Air. 

“Saat ini memang sedang dalam pencarian. Kami tim gabungan dari Operasi Damai Cartenz ini sedang melakukan operasi pencarian, untuk hasilnya akan kita infokan,” ujar dia. 

Polisi saat ini sedang menjalin kerjasama dengan beberapa negara di ASEAN untuk mempermudah pencarian para pelaku dengan skema police to police

Skema kerjasama ini menurut dia bisa digunakan untuk membantu melakukan penangkapan terhadap para pelaku atau para buron yang saat ini berada di luar Indonesia. 

“Khususnya di negara-negara yang saat ini bisa kita bentuk kerja sama police to police, untuk membantu kerjasama dengan semua semua DPO yang bisa diberikan,” ujar dia. 

banner 325x300