HeadlineNasional

Pesan Natal: Presiden Harap Cinta Kasih Payungi Langkah Bangsa

254
×

Pesan Natal: Presiden Harap Cinta Kasih Payungi Langkah Bangsa

Share this article
misa pontifikal
misa-pontifikal

G24NEWS.TV, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat Natal pada umat kristiani yang sedang bersuka-cita dan berharap agar kedamaian, kebahagiaan, dan cinta kasih senantiasa memayungi langkah bangsa Indonesia. 

“Saudara-saudaraku umat Kristiani yang sedang bersukacita menyambut Hari Raya Natal di mana pun berada. Semoga kedamaian, kebahagiaan, dan cinta kasih senantiasa memayungi langkah kita semua,” ujar Presiden Jokowi melalui unggahan di akun resmi Instagram @jokowi, Minggu (25/12). 

Presiden juga menyertakan gambar suasana Natal dengan ucapan “Selamat Hari Raya Natal”. 

Adapun tema Natal tahun ini adalah “pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain” sekaligus pesan Natal Konferensi Wali Gereja Indonesia dan Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia. 

Pesan Natal Uskup Jakarta

Ribuan jemaat Gereja Katedral Jakarta mengikuti Misa Pontifikal Natal dipimpin Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo.

Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie mengatakan jemaat yang bisa mengikuti Misa Pontifikal Natal 2022 di dalam Gereja hanya 730 kursi saja. 

Sisanya jemaat bisa mengikuti ibadah melalui Plaza Maria dan Gua Maria yang berkapasitas 530. Sebagian lain di aula dan pelataran gereja, sehingga untuk kapasitasnya 2.180 kursi. 

Baca Juga  Ini Daerah Macet yang Perlu Diwaspadai Saat Mudik Natal 2022

Dalam pesan Natal, Uskup Ignatius Kardinal Suharyo meminta umat kristiani untuk terus memperbaharui kehidupannya agar lebih bermakna usai pelaksanaan Natal 2022 ini. 

“Hidup orang yang sudah berjumpa dengan Yesus tidak sama dengan Yesus. Sehingga hidupnya dikembalikan seperti baru dan harapannya bisa membaik pasca-perayaan Natal ini,” ungkap Uskup Ignatius Kardinal Suharyo.  

Cerdas Bermedia Sosial

Kardinal Ignatius Suharyo juga berharap umat kristiani memanfaatkan media sosial dengan baik untuk bisa menangkal berita bohong (hoax). Seiring meningkatnya penggunaan media sosial, sebanyak 62 persen di antaranya mengandung ujaran kebencian di antaranya berkaitan dengan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) yang mencederai cita-cita membangun bangsa Indonesia.

Dia juga menyebutkan ada kurang lebih 800 ribu situs penyebar berita bohong yang menghambat cita-cita membangun kemanusiaan adil dan beradab.

“Dalam terang Natal ini, kita diajak untuk semakin bijak dan cerdas dalam bermedia sosial, semakin kreatif dalam mewartakan kasih dan semakin setia dalam memegang nilai moral dan etika sehingga bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia agar bisa terus berdamai dan menularkan cinta kasih seperti Tuhan Yesus Kristus,” tambahnya.

Baca Juga  Bupati Zaki Terima Penghargaan Satyalencana Wira Karya dari Presiden

“Mari kita unggah hal-hal yang dapat memuliakan Allah dan memanfaatkan kecanggihan teknologi agar menginspirasi orang lain. Agar bisa memberikan kesejukan dan kedamaian guna menyebarluaskan nilai keadilan, kesetaraan dan kebersamaan,” katanya.

Tantangan Bangsa

Menurut dia, perayaan Natal patut memberikan makna kepada kehidupan masyarakat mencermati tantangan bangsa. Dia menjelaskan sejumlah tantangan bangsa di antaranya kasus perdagangan manusia yang merupakan salah satu kejahatan besar sama seperti narkoba dan perdagangan gelap senjata.

Selain itu, setiap tahun, kata dia, sampah makanan di Indonesia jika dihitung diperkirakan mencapai Rp330 triliun.
Di sisi lain, masih banyak masyarakat Tanah Air yang belum mampu mencukupi kebutuhan pokok yakni kebutuhan pangan.

“Tahun ini kami merayakan Natal dalam konteks di antaranya seperti (tantangan) itu, perayaan Natal tahun ini mesti mendorong kita untuk tanda petik, seperti ketika orang Majus, ‘pulang melalui jalan lain’,” imbuhnya kepada para jemaat dalam Misa Pontifikal.

banner 325x300