Politik

Peran PPLN di Pemilu 2024

218
×

Peran PPLN di Pemilu 2024

Share this article
Peran PPLN di Pemilu 2024
Peran PPLN di Pemilu 2024

G24NEWS.TV, JAKARTA – KPU mengangkat pentingnya kontribusi dan peran PPLN atau Panitia Pemilihan Luar Negeri untuk Pemilu 2024.

Sebagai sebuah organisasi modern, KPU tentu saja menjadikan pengalaman dari penyelenggaraan Pemilu 2019 sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pada Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Hasyim Asy’ari saat memberi sambutan bersama dengan Anggota KPU Yulianto Sudrajat, Mochammad Afifuddin, Idham Holik, August Mellaz, dan Betty Epsilon Idroos pada acara penutupan kegiatan Bimbingan Teknis Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pemilu Tahun 2024, di Bali, Senin (31/7/2023).

Dalam sambutannya, Hasyim memberi gambaran terhadap fungsi-fungsi yang dikerjakan oleh PPLN tidak jauh berbeda seperti KPU pusat, KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota di dalam negeri.

“Sebagai contoh misalkan, ada fungsi untuk menyampaikan perkembangan informasi perkembangan penyelenggaraan pemilu, ada fungsi untuk pemutakhiran data pemilih menuju data pemilih, dan setelah DPT ditetapkan, kita siap mengantisipasi pemilih yang pindah memilih, tentu saja itu akan sangat berkaitan dengan pembiayaan dan logistik pemilu terutama surat suara,” kata Hasyim.

Selain itu Hasyim juga mengingatkan untuk mempersiapkan langkah strategis dalam setiap tahapan, agar layanan kepada pemilih menjadi lebih baik. “Prinsip ini harus kita pelajari dan kita kuasai, supaya bisa menyampaikan perkembangan semua kepada pemilih dan peserta pemilu perwakilan partai politik yang ada di luar negeri,” lanjut Hasyim.

Kemudian Hasyim juga mengimbau  anggota PPLN dapat mencermati dinamika politik dalam penyelenggaraan pemilu, agar semua menyadari bahwa PPLN tidak bekerja pada ruang kosong. Pemilu itu sesungguhnya adalah arena konflik untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan.

Baca Juga  KPU Bawaslu Harus Bekerja Cermat dan Smart

Oleh karena itu, Hasyim mengingatkan para anggota PPLN agar dapat menjaga segala tindakan, perilaku, dan sikapnya. Hal ini merupakan antisipasi supaya penyelenggara pemilu tidak terjerumus menjadi faktor penyebab konflik dan sebisa mungkin menghindari segala hal yang tidak perlu.

Kemudian Drajat mengatakan bahwa tujuan dari bimtek ini adalah untuk mendekatkan antara KPU dan PPLN agar mengenal secara baik dan bertatap muka secara langsung. “Tujuannya adalah bagaimana kita mengenal dengan baik, kemudian bertatap muka secara langsung dan juga kita hadirkan beberapa narasumber yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas pemilu di luar negeri,” ucap Drajat

Betty juga menyampaikan bahwa PPLN adalah perwakilan KPU di luar negeri yang harus mampu menjelaskan kepada WNI seluruh tahapan pemilu, kemudian harus mampu menggunakan sistem informasi  yang dimiliki KPU. “Kesuksesan optimalisasi semua sistem informasi yang kita miliki tergantung juga oleh kerja-kerja PPLN,” kata Betty

Selanjutnya Idham menjelaskan bahwa pemilu harus bisa dinikmati bukan menciptakan suatu ketegangan. Soft diplomacy, yaitu pemilu memperkenalkan Indonesia sebagai negara demokrasi yang stabil, kemudian nasional branding untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia.

“Indonesia sebagai negara demokrasi yang stabil dari tahun ke tahun, dari pemilu ke pemilu, demokrasi kita semakin membaik. Dan pada malam ini kita berjumpa bersama rekan-rekan PPLN dari berbagai negara ini, semakin meyakinkan saya ke depan penyelenggaraan pemilu di luar negeri khususnya pemungutan dan penghitungan suara akan semakin baik lagi,” ucap Idham

Baca Juga  Ketua TKN Koalisi Indonesia Maju Yakin Pemilih Muda Dukung Gibran

Sementara itu Afif menegaskan pentingnya untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Panwaslu LN untuk meyamakan persepsi kepemiluan. “Salah satu prinsip hukum itu adalah pentingnya pemahaman atau tidak multitafsirnya sebuah aturan,” kata Afif

Terakhir, Mellaz menyampaikan pentingnya momentum pemilu, misi penting pemilu adalah sebagai sarana integrasi bangsa, serta misi KPU agar menjadi rujukan dan sebuah pusat pengetahuan mengenai kepemiluan. “KPU ingin menjadikan dirinya sebagai pusat dari pengetahuan dan pembelajaran tentang kepemiluan, yang kedua KPU ingin menjadikan dirinya sebagai pusat kerjasama ataupun kolaborasi multi pihak,” kata Mellaz

Pada hari yang sama, juga dilakukan sesi diskusi panel dengan narasumber Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan Pemilu Melgia Carolina Van Harling, Kapusdiklat Kemlu Mohammad M. Koba, Kepala Biro HAKP Kemlu, Pendekar Muda L. Sondakh, dan Direktur PWNI Judha Nugraha.

Setelah dilakukan pemaparan materi dari setiap narasumber, forum ini dilanjutkan dengan simulasi Penghitungan Suara Pemilu di Luar Negeri oleh PPLN didampingi Tim Biro Teknis Penyelenggaraan Pemilu.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300